Jakarta, Aktual.co — Tim Search and Rescue menghentikan pencarian tiga nelayan di Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, yang hilang saat melaut.
“Penghentian pencarian korban atas kesepakatan bersama tokoh masyarakat dan keluarga korban. Kita mendapat informasi dari Walinagari (Kepala Desa) Air Bangis bahwa pencarian tiga orang nelayan yang hilang di tengah laut dihentikan hari ini,” kata Kapolres Pasaman Barat, AKBP Sofian Hidayat, di Simpang Ampek, Jumat (2/1).
Pencarian tiga orang nelayan Air Bangis telah dilakukan semaksimal mungkin. Seluruh kawasan tempat mencari ikan yang biasa dilakukan nelayan telah disisir tapi tidak membuahkan hasil.
Kemudian pencarian juga telah dilakukan di pantai Sasak Ranah Pasisia tapi tidak juga membuahkan hasil. Pencarian tiga nelayan oleh tim SAR, Polisi Air, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, dan para nelayan Air Bangis telah dilakukan sejak Senin (29/12).
Tim pencarian korban sudah kembali ke Simpang Ampek. Suasana duka di Air Bangis masih telihat, terutama di rumah keluarga tiga orang nelayan. Sementara itu dilokasi dermaga, masyarakat masih ramai.
Tiga orang nelayan yang belum ditemukan itu adalah Eri (30) Pian (55) dan Ery (30), ketiganya merupakan warga Air Bangis.
Sebelumnya, dua buah kapal nelayan Air Bangis KM Gurita dan KM Ikan Layar pergi melaut mencari ikan pada Rabu (24/12) lalu ke tengah laut arah selatan pulau Gosong Bide.
Setelah sekian lama berlayar, kapal yang kembali ke dermaga hanya KM Gurita. Satu orang nelayan atas nama Budi (32) ditemukan tewas mengapung di laut.

Artikel ini ditulis oleh: