default

Jakarta, Aktual.com — Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan sepeda motor domestik sepanjang 2025 mencapai 6.412.769 unit. Angka tersebut tumbuh 1,3 persen dibandingkan periode Januari–Desember 2024, sekaligus menegaskan daya tahan industri sepeda motor di tengah pelemahan daya beli masyarakat.

Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan, capaian tersebut berada dalam rentang proyeksi asosiasi yang sejak awal mematok penjualan 2025 di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Menurutnya, stabilitas pasar tidak terlepas dari peran sepeda motor sebagai alat transportasi produktif yang efisien dan relevan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.

“Rata-rata penjualan sepeda motor domestik per bulan berada di angka 535 ribu unit. Ini menggambarkan bahwa sepeda motor masih sangat dibutuhkan, baik untuk menunjang kegiatan ekonomi produktif maupun kebutuhan mobilitas dan gaya hidup,” ujar Sigit, dikutip Selasa (14/1/2026).

AISI mencatat, segmen skuter matik (skutik) tetap mendominasi pasar dengan porsi 91,7 persen dari total penjualan. Sementara itu, sepeda motor tipe underbone berkontribusi 4,46 persen, tipe sport 3,51 persen, dan sepeda motor listrik masih di bawah 1 persen. Dominasi skutik menunjukkan preferensi konsumen terhadap kendaraan yang praktis dan ekonomis di tengah tekanan biaya hidup.

Dari sisi pembiayaan, sekitar 65 persen pembelian sepeda motor dilakukan melalui skema kredit. Sigit menilai dukungan industri pembiayaan menjadi salah satu faktor penting yang menjaga permintaan tetap bergerak. “Pendanaan yang relatif kuat dan sehat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk tetap membeli sepeda motor meski daya beli menurun,” ujarnya.

Secara geografis, pertumbuhan permintaan di luar Pulau Jawa mampu mengompensasi perlambatan penjualan di Jawa. Kinerja positif sektor komoditas di luar Jawa dinilai membantu menjaga daya beli masyarakat, sementara di Jawa, sejumlah industri mengalami tekanan hingga berdampak pada tenaga kerja.

Selain pasar domestik, kinerja ekspor sepeda motor juga mencatat pertumbuhan. Sepanjang 2025, anggota AISI mengekspor 544.133 unit sepeda motor utuh (CBU), 8.139.894 set CKD, serta 138.455.487 unit suku cadang.

Memasuki 2026, AISI memproyeksikan pasar sepeda motor domestik relatif stabil di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Namun, Sigit mengingatkan sejumlah tantangan, mulai dari pemberlakuan opsen pajak daerah, dinamika geopolitik global, harga komoditas, hingga faktor cuaca.

“Kami memahami kebutuhan daerah meningkatkan pendapatan. Jika ada kenaikan opsen, kami berharap tidak dibarengi kenaikan pajak kendaraan agar tidak menekan permintaan konsumen,” kata Sigit.

Menurut AISI, selama sepeda motor tetap menjadi solusi transportasi paling efisien bagi masyarakat, industri ini akan terus menjadi penopang penting bagi pergerakan ekonomi nasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi