Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hakim mengatakan bahwa hanya tiga orang anggota yang berangkat ke PangkalanBun, Kalimantan Tengah. Sementara, dua anggota lainnya, ke Surabaya.
“Yang ke Pangkalan Bun (posko evakuasi) tiga orang. Saya Yudi, Yanti, selebihnya ke Surabaya (posko Identifikasi korban),” kata Hakim ketika dihubungi, di Jakarta, Jumat (2/1).
Sementara itu, ketika ditanyakan alasan untuk menyambangi PangkalanBun? Ia mengatakan keinginannya untuk memberi dukungan morala pada tim SAR gabungan.
“Tentu kita ingin beri suport dan dukungan moral pada basarnas dan tim lain untuk bisa menemukan korban-korban. Tapi itu proses pertama, kalau bisa ditemukan seluruhnya. Karena Basarnas mitra kerja kami, dan ini uji pertama UU Pencarian dan Pertolongan korban,” imbuhnya.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengukapkan, Basarnas menjadi leader, sudah berfungsi secara maksimal. Tentu kami ingin mastikan kondisi di lapangan, peran dan koordinasi dengan tim lain.
Sementara itu, terkait faktor penyebab kecelakaan, sambung dia, harus komprehensif melihatnya, banyak variable terkait.
“Berbagai masalah yang muncul ke depan akan diperbaiki. Karena regulasi rasa-rasanya sudah sempurna, karena begitu detail kami susun bersama pemerintah,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang

















