Jakarta, Aktual.co — Tim evakuasi kapal perang asal Amerika USS Sampson berhasil mengevakuasi enam jenazah di Perairan Karimata pada Jumat (2/1) dinihari tadi.
Kepala Operasi Basarnas Pangkalan Bun Marsekal Pertama SB Supriyadi mengaku bahwa sejauh ini pencarian dilakukan hanya berpatokan pada lokasi penemuan enam jenazah.
“Sementara tanda-tandanya karena dari korban 6 muncul di atas satu, dua, berarti posisi kerangka pesawat tidak jauh dari terapungnya korban dan barang-barang,” kata Supriyadi, di Posko Utama Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Tim sebenarnya sudah mendeteksi adanya benda metal di lokasi evakuasi. Namun, setelah dilakukan pemeriksan lebih lanjut ternyata benda itu bukan bagian dari pesawat.
“Jadi deteksi bawah laut ada beberapa sudah sampaikan temukan metal tapi setelah dibuktikan bukan. Detkesi adanya metal dan benda di bawah laut oleh robot akan sorot sebuah kamera bahwa itu betul kerangka AirAsia atau tidak,” jelas dia.
Operasi bawah laut terus akan dilakukan. Terlebih bantuan alat deteksi sonar dari Singapura yang baru datang kemarin sudah mulai dioperasikan. Semakin banyak bukti yang ditemukan tentu semakin memudahkan petugas untuk menemukan badan pesawat.
Artikel ini ditulis oleh:

















