Mendiktisaintek Brian Yuliarto memberikan keterangan pers seusai mendampingi Presiden Prabowo Subianto bertemu 1.200 rektor dan guru besar di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Aktual/BPMI-SETPRES

Jakarta, aktual.com – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan keseriusannya dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah dengan memperluas akses pendidikan tinggi melalui peningkatan jumlah penerima beasiswa, termasuk program unggulan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto. Pemerintah telah menyiapkan kuota sebanyak 5.750 beasiswa LPDP untuk tahun anggaran 2026. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para rektor dan pimpinan perguruan tinggi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

“Untuk tahun ini, kami menargetkan 5.750 penerima beasiswa baru,” ujar Brian.

Ribuan kursi beasiswa itu akan dialokasikan ke berbagai jenjang pendidikan strategis. Dari total 5.750 kuota, pemerintah menyediakan:

  • 1.000 kursi untuk Beasiswa Garuda (S1)
  • 4.000 kursi untuk jenjang S2 dan S3
  • 750 kursi khusus untuk doktor spesialis

Brian menegaskan, khusus untuk jenjang magister dan doktoral, pemerintah kini menerapkan pendekatan yang lebih terarah. Program studi yang didanai akan diselaraskan dengan kebutuhan pembangunan nasional dan target pertumbuhan industri yang menjadi prioritas Presiden Prabowo dalam agenda besar Asta Cita.

“Program S2 dan S3 akan diselaraskan dengan target pertumbuhan industri yang dicanangkan Bapak Presiden. Kita butuh tenaga ahli yang benar-benar sesuai dengan arah pembangunan nasional,” jelasnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa beasiswa LPDP tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah penerima, tetapi juga pada kualitas dan relevansi keilmuan dengan kebutuhan bangsa. Pemerintah ingin memastikan setiap lulusan LPDP menjadi motor penggerak kemajuan Indonesia di berbagai sektor strategis.

Menurut Brian, setiap tahun Indonesia meluluskan sekitar 1,7 juta sarjana dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari sains dan teknologi hingga ilmu sosial dan humaniora. Jumlah besar ini, kata dia, merupakan potensi luar biasa yang harus dikelola secara serius agar mampu menjadi kekuatan utama daya saing Indonesia di tingkat global.

“Kami ingin memastikan negara hadir dalam setiap langkah anak bangsa yang ingin maju. Program LPDP secara konsisten terus melahirkan talenta unggul,” tegasnya.

Tak hanya LPDP, pemerintah juga terus memperkuat dukungan melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Saat ini, tercatat lebih dari 1,1 juta mahasiswa aktif yang biaya pendidikan dan biaya hidupnya ditanggung penuh oleh negara. Total anggaran yang digelontorkan untuk program ini mencapai Rp 16 triliun per tahun.

Dengan kombinasi LPDP dan KIP-K, pemerintah berharap tidak ada lagi anak bangsa yang terhambat menggapai pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan kini benar-benar diposisikan sebagai investasi utama menuju Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing global.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano