Jakarta, Aktual.com — Menteri Pertahanan Republik Indonesia selaku Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Sjafrie Sjamsoeddin, melantik 12 orang Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional. Salah satu tenaga ahli yang dilantik adalah Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe, vokalis band Letto, yang merupakan putra budayawan Muhammad Ainun Nadjib atau Cak Nun.
Selain Noe Letto, salah satu tenaga ahli yang dilantik adalah Frank Alexander Hutapea, anak sulung pengacara Hotman Paris Hutapea.
Dalam unggahan akun Instagram @sjafrie.sjamsoeddin, Menteri Pertahanan menyampaikan bahwa pelantikan 12 Tenaga Ahli DPN tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi kebijakan negara yang adaptif, berbasis analisis mendalam, dan berorientasi jangka panjang.
“Dengan integritas, keahlian, dan perspektif kebangsaan yang kuat, para tenaga ahli diharapkan menjadi intellectual backbone dalam merumuskan arah pertahanan nasional yang kokoh, mandiri, dan relevan dengan dinamika lingkungan strategis global,” demikian pernyataan Sjafrie yang dikutip Aktual.com, Minggu (18/1/2026).
Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan bahwa Noe Letto beserta tenaga ahli lainnya akan bertugas memberikan masukan, kajian, dan rekomendasi sesuai bidang keahlian masing-masing untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Dewan Pertahanan Nasional.
“Dalam mekanismenya, tenaga ahli menyampaikan masukan dan rekomendasi melalui forum dan tata kerja Dewan Pertahanan Nasional sesuai struktur yang berlaku,” kata Rico kepada wartawan di Jakarta, Minggu (19/1/2026).
Rico menjelaskan, para tenaga ahli tersebut memiliki latar belakang dan keahlian yang beragam serta akan berkontribusi dalam pemikiran strategis lintas disiplin, mulai dari perspektif sosial, kebudayaan, hingga komunikasi strategis guna memperkaya kajian Dewan Pertahanan Nasional.
Menurutnya, kontribusi pemikiran para tenaga ahli akan menjadi bahan pertimbangan kolektif pimpinan dewan, termasuk Menteri Pertahanan, dengan tetap menempatkan pengambilan keputusan dalam koridor kelembagaan dan kepentingan strategis pertahanan negara.
Rico menegaskan bahwa pengisian Tenaga Ahli DPN sepenuhnya diarahkan untuk memperkuat kualitas kebijakan pertahanan nasional dan tidak dikaitkan dengan latar belakang keluarga maupun faktor noninstitusional lainnya.
Para tenaga ahli tersebut akan mengisi posisi Tenaga Ahli Utama, Madya, dan Muda pada kedeputian bidang geoekonomi, geopolitik, dan geostrategi. Pengangkatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertahanan dalam mengintegrasikan keahlian akademis dan praktis guna mendukung pelaksanaan tugas Dewan Pertahanan Nasional.
Daftar Tenaga Ahli DPN yang dilantik:
- Surachman Surjaatmadja
- Ian Montratama
- Abdul Kholiq
- Agato P. Simamora
- Achmad Rully
- Filda Citra Yusgiantoro
- Jupriyanto
- Frank Alexander Hutapea
- Sabrang Mowo Damar Panuluh
- Santiahu Dyatmiko
- Maundri Prihanggo
- Muhammad Zulkarnain Maddatuang
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















