Jakarta, Aktual.com — Insiden dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kasus keracunan massal siswa di Mojokerto, Jawa Timur, serta temuan makanan busuk di Lampung menimbulkan kekhawatiran terhadap tata kelola dan pengawasan program tersebut.

Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa mendesak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk segera memperketat standar kebersihan dan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG.

“Kami sangat prihatin ketika anak-anak justru terdampak keracunan atau menerima makanan yang tidak layak konsumsi. Kejadian ini menjadi alarm serius bahwa tata kelola dan pengawasan MBG harus diperbaiki secara menyeluruh. Aspek kebersihan dan keamanan pangan adalah harga mati dalam program unggulan Presiden Prabowo ini,” ujar Neng Eem dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1/2026).

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menegaskan, kualitas MBG yang tidak terjaga justru berpotensi membahayakan kesehatan siswa penerima manfaat. Oleh karena itu, pemerintah diminta segera melakukan perbaikan mendasar agar kasus serupa tidak terus berulang.

Neng Eem memaparkan empat langkah krusial yang harus segera diterapkan. Pertama, pemeriksaan ketat terhadap kualitas dan kesegaran bahan pangan sebelum masuk proses pengolahan. Kedua, penerapan standar penyimpanan yang jelas, termasuk pengaturan suhu dan sistem distribusi yang tepat agar makanan tetap aman dan segar.

Ketiga, fasilitas pengolahan makanan harus memenuhi standar higienitas, mulai dari kebersihan dapur, peralatan memasak, hingga ketersediaan akses air bersih. Keempat, peningkatan kapasitas dan kompetensi petugas SPPG secara berkelanjutan.

“Petugas SPPG harus terus ditingkatkan kapasitasnya karena merekalah yang menjadi penentu kualitas MBG di lapangan,” tegasnya.

Neng Eem juga mengingatkan bahwa jika kasus keracunan dan temuan makanan basi terus terjadi, dampaknya tidak hanya mengancam kesehatan anak-anak, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap program MBG, yang menjadi unggulan Presiden Prabowo.

“Jika kepercayaan masyarakat menurun, tujuan besar program ini untuk meningkatkan status gizi anak-anak akan terganggu. Komisi IX DPR akan terus mengawal agar program MBG berjalan aman, higienis, dan sesuai standar,” ujarnya.

Selain itu, ia menyoroti faktor cuaca musim hujan yang dinilai dapat mempercepat pembusukan bahan pangan. Menurutnya, SPPG perlu menyesuaikan prosedur operasional standar (SOP) dengan kondisi cuaca agar risiko kontaminasi dapat diminimalkan di setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi