Jakarta, Aktual.com – Pemerintah menyiapkan Gerakan Pangan Murah menjelang Ramadan guna menjaga stabilitas harga pangan di pasar. Kebijakan tersebut disusun berdasarkan hasil pemantauan rutin pada periode rawan kenaikan harga, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) Sugeng Harmono, mengatakan intervensi pasar dilakukan ketika harga pangan di tingkat konsumen bergerak melampaui batas kewajaran.
“Kalau memang harga pasar sudah tinggi, maka ada intervensi melalui gerakan pangan murah,” ujar Sugeng dalam CORE Outlook Sektoral 2026 di COREsight Hub, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026).
Salah satu instrumen yang disiapkan pemerintah adalah Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menambah pasokan beras medium di pasar. Skema ini digunakan agar harga beras tetap terjangkau tanpa menggerus pendapatan petani di tingkat produsen.
Di sisi hulu, kebijakan harga gabah juga disesuaikan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan rantai pasok. Menurut Sugeng, langkah tersebut diperlukan agar petani tetap terdorong menanam, sementara dampaknya terhadap harga beras di tingkat konsumen ditekan melalui operasi pasar dan penyaluran SPHP.
Penguatan cadangan beras nasional turut menjadi perhatian pemerintah dengan menaikkan target penyerapan tahun ini menjadi 4 juta ton. Target tersebut ditopang produksi padi nasional sekitar 34,7 juta ton, yang masih berada di atas kebutuhan konsumsi tahunan di kisaran 31 juta ton.
Meski demikian, Sugeng mengakui bencana dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, khususnya Sumatera, turut memengaruhi sektor pertanian. “Sekitar 102 ribu hektare lahan tercatat terdampak dengan tingkat kerusakan yang beragam dan saat ini tengah direhabilitasi agar produksi beras nasional tidak terganggu,” ujarnya.
Selain beras, pengendalian harga jelang Ramadan juga diarahkan pada komoditas pangan nonberas yang sensitif terhadap lonjakan permintaan, seperti bumbu dapur dan daging. Melalui koordinasi dengan Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog, pemerintah berharap pasokan tetap terjaga dan harga tidak mengalami lonjakan signifikan.
(Nur Aida Nasution)
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















