Jakarta, Aktual.co — Produser film ‘Cahaya Dari Timur’ Beta Maluku, Glenn Fredly, menyatakan penghargaan film terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) 2014 merupakan kemenangan bersama masyarakat Maluku.
“Film ini dipersembahkan untuk masyarakat Maluku, karena penghargaan ini merupakan anugerah dan kemanangan buat masyarakat di provinsi Maluku dan kota Ambon,” katanya saat pemutaran film CDT di Ambon, Rabu (31/12).
Menurut dia, film CDT mendapat apresiasi cukup baik oleh seluruh penikmat film Indonesia sehingga harus disyukuri bersama.
“Penghargaan ini juga tidak membuat kita bangga dan lupa diri tetapi memabuat kita harus rendah hati, karena dengan rendah hati maka kita semakin ditinggikan,” katanya.
Glenn mengatakan, film ini bukan hanya menginspirasi perdamaian, tetapi juga memberitahukan kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang konflik sosial yang pernah terjadi di Maluku.
“Ini adalah peristiwa penting yang tidak boleh dilupakan, dan bukan untuk mengingat masa lalu, tetapi mengenang masa lalu dan kita rawat perdamaian agar tidak terjadi lagi,” katanya.
Sutradara CDT Beta Maluku, Angga Dwimas Sasongko menyatakan film ini lahir di Maluku dan penghargaan yang dicapai juga dibawa untuk dipersembahkan bagi masyarakat Maluku.
“Diakhir produksi film ini tanpa bantuan Pemerintah kota (Pemkot) Ambon film ini tidak akan selesai, karena itu penghargaan yang diraih dipersembahkan untuk pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengakui, peran serta pemerintah daerah juga sangat diharapkan kerjasama untuk diputar secara gratis bagi seluruh masyarakat.
“Film ini dibuat bukan untuk diperdagangkan, tetapi memberi inspirasi bagi banyak orang nafasnya masih panjang, dan kami ingin film ini ditonton seluruh masyarakat Maluku bukan hanya di kota Ambon tetapi sampai ke Tual, Dobo, Aru dan lainnya,” tandasnya.
Angga menjelaskan, tanpa peranan pemda untuk membantu pemutaran film di kabupaten dan kota lainnya di Maluku maka tidak akan sampai ke masyarakat yang jauh di perbatasan dan pulau terluar.
“Film ini judulnya Beta Maluku dan harus ditonton seluruh masyarakata Maluku, tanpa bantuan pemda untuk memfasilitasi maka sulit karena kita terkendala waktu dan lokasi,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya menargetkan 100 layar diputar di seluruh Indonesia, agar dapat ditonton masyarakat yang dimulai dari Maluku.
“Sedikitnya 10 layar telah diputar termasuk kota AMbon dan dilanjutkan besok ke Tulehu Maluku Tengah, tanggung jawab kami masih 90 layar lagi, karena itu bantuan kerjasama dari pemda sangat diharapkan,” tandasnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















