Malang, Aktual.co — Sebanyak  tujuh ambulans dikirim Pemkot Malang ke RS Bayangkara Surabaya guna menindaklanjuti proses evakuasi korban, yang diduga penumpang pesawat AirAsia QZ8501, asal Kota Malang.
Data Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, hingga saat ini ada 30 nama penumpang yang telah diidentifikasi oleh Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik sebagai warga yang berdomisili di Kota Malang.
“Tujuh Unit Ambulans itu akan dikirim ke RS Bayangkara,” kata Kasi Kedaruratan Bakesbangpol Sugeng Hari Purwanto, di Malang, Jawa Timur, Rabu (31/12).
Sebanyak dua ambulans sudah berada di RS Bayangkara untuk evakuasi korban, sedangkan lima sisanya dikirim hari ini. Rinciannya, tujuh ambulance terdiri dari dua ambulance PMI dan lima ambulance Dinas Kesehatan Kota Malang disiagakan di Surabaya jika pihak maskapai tidak melakukan evakuasi hingga ke domisili masing-masing.
“Sampai saat ini Kepala Bakesbangpol masih di sana untuk ikut mendata korban asal Malang sekaligus memastikan apakah evakuasi korban ditanggung sepenuhnya oleh maskapai atau dari pemda masing-masing,” katanya.
Proses pendataan korban dari Malang masih terus dilakukan di Posko korban AirAsia yang ada di kantor Bakesbangpol Kota Malang Jalan Ahmad Yani. Petugas berupaya menghubungi kerabat atau kontak person masing-masing penumpang yang diberikan oleh maskapai.
Sejumlah nama yang tersebut memiliki pasport dari Kantor imigrasi di Malang ternyata berdomisili di wilayah luar malang. 
“Data awal dari AirAsia menyebut 30 nama, setelah kami konfirmasi satu persatu lewat telepon kontak person masing-masing, lima diantaranya tinggal di Pasuruan dan Blitar. Lima nama baru kami dapat dari informasi lain di luar data AirAsia.”

Artikel ini ditulis oleh: