Jakarta, Aktual.co — Kepala Staf kepresidenan akan mengemban tugas untuk merancang pola komunikasi politik dengan perseorangan dan lembaga serta memberikan informasi strategis kepada Presiden.
Tugasnya memberikan info strategis pada Presiden, membantu Presiden merancang komunikasi politik antarlembaga dan ke publik. Membantu Presiden mengidentifikasi isu strategis, Demikian disampaikan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto di Istana Negara Jakarta, usai pelantikan Kepala Staf Kepresidenan, Rabu (31/12).
“Jadi nanti kedepannya akan ada pejabat eselon 2 yang bergerak di bidang komunikasi politik, karena berkaitan dengan informasi strategis, akan ada semacam direktur informasi strategis, di dalamnya juga akan membantu Presiden melihat pencapaian hasil pembangunan kedepan,” ujar Andi, menjelaskan.
Andi mengatakan fungsi Kepala Staf Kepresidenan akan berbeda dengan Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).
“Tidak ada kaitannya dengan UKP4. Secara lembaga UKP4 sudah tidak ada lagi. Ada beberapa fungsi UKP4 yang dilakukan oleh Seskab, ada juga yang dilakukan oleh Kepala Staf Kepresidenan, jadi ini bukan pengganti UKP4. Betul betul bentukan lembaga baru,” tukasnya.
Sementara itu Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, ia akan fokus membantu tugas Presiden Joko Widodo.
“Kasih waktu beberapa hari nanti saya bisa komentar lebih banyak, yang penting sebagai pembantu presiden akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya untuk mempercepat penterjemahan kenginan presiden,” ujar Luhut yang mengaku baru diberitahu perihal pelantikannya pada Rabu pukul 12.00 WIB.
Ia mengatakan tugasnya tidak akan berbenturan dengan tugas Seskab maupun Mensesneg.
Presiden Joko Widodo melantik Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Kepala Staf Kepresidenan di Istana Negara, Jakarta, Rabu.
Luhut B Pandjaitan dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan berdasarkan Keppres Nomor 148 P 2014 yang ditandatangani Presiden pada 31 Desember 2014.
Jenderal (Purn) Luhut B Pandjaitan lahir di Simargala, Sumatera Utara pada 28 September 1947. Dalam karir militernya, lulusan Akabri tahun 1970 itu pernah menjabat sebagai Komandan Pusat Pendidikan Kopassus, Komadan Pusat Kesenjataan Infantri, Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat.
Luhut juga pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Singapura dan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Kabinet Indonesia Bersatu 2000-2001.
Hadir dalam pelantikan itu Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri kabinet kerja.
Artikel ini ditulis oleh:

















