Jakarta, Aktual.com – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyatakan inflasi Indonesia masih terkendali dalam beberapa tahun terakhir meski ketidakpastian global terus meningkat. Namun, ia mengingatkan ancaman ke depan berasal dari potensi gejolak harga pangan yang dipicu perubahan iklim.
“Alhamdulillah inflasi beberapa tahun ini bisa stabil. Tahun lalu tercatat 2,92 persen, namun ada satu risiko yang perlu kita waspadai bersama, yaitu volatile food inflation,” ujar Destry saat ditemui di Starting Year Forum 2026 di The St. Regis, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Menurut Destry, perubahan iklim berpotensi mengganggu pola tanam dan hasil panen sehingga menekan pasokan pangan. Kondisi cuaca yang cenderung lebih basah membuat harga pangan menjadi lebih mudah berfluktuasi.
Ia menegaskan stabilitas inflasi tidak bisa dilepaskan dari ketahanan sektor pangan, terutama ketika gangguan pasokan terjadi secara berulang. Karena itu, penguatan produksi dan distribusi pangan dinilai menjadi kunci menjaga inflasi tetap terkendali.
Bank Indonesia, lanjut Destry, terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah melalui pengendalian inflasi nasional maupun regional. “Kita percaya pengendali inflasi pusat dan daerah terus bekerja menjaga stabilitas produksi dan harga pangan di daerah,” katanya.
Di tingkat wilayah, BI mengoptimalkan peran kantor perwakilan untuk bekerja langsung dengan pemerintah daerah dalam memantau harga dan pasokan pangan. Langkah tersebut dilakukan agar potensi lonjakan harga dapat diantisipasi lebih dini.
Meski inflasi masih berada dalam rentang yang dapat dikelola, Destry menegaskan risiko global dan iklim menuntut kewaspadaan berkelanjutan. “Dunia memang tidak baik-baik saja,” tutur Destry, menekankan pentingnya mitigasi bersama agar stabilitas harga tetap terjaga.
(Nur Aida Nasution)
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi
















