Jakarta, Aktual.co — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengaku, selama ini pihaknya terkendala dengan anggaran untuk membangun Lembaga Permasyarakatan (lapas) baru.
“Itu sebabnya kalau bangun lapas itu kan biayanya sangat mahal,” kata Yasnonna di Gedung KemenkumHAM, Jakarta Selatan, Rabu (31/12).
Yasonna selama ini menyadari jika kondisi lapas di Indonesia mayoritas sudah tidak layak, permasalahan yang umum adalah jumlah tahanan yang over capacity.
“Masalah paling utama over kapasitas, Di beberapa daerah di Riau kemarin dari 300 kapasitas, 1300 orang di dalam, jadi bisa kita bayangkan kondisinya yang sangat mngerikan sekali, ini yang menjadi tugas kami,” kata Yasonna.
Untuk mengatasi hal itu, kata Yasonna, sementara pihak lapas mengakali dengan penambahan petugas lapas, serta melakukan pendekatan psikologis dengan para tahanan.
Menurut Yasonna, hal itu dilakukan agar tidak terjadinya tahanan yang kabur serta mencegah adanya keributan antara sesama tahanan di dalam sel.
“Bisa dibayangkan kapasitas 10 orang bisa diisi 30 orang, panas, sumpek, kalo yang tempramen ini bakal berbahaya, jadi kejadian  di dalam sel itu udara panas sekali, manusia padat, emosi meledak, yaudah ribut,” kata kader PDIP itu.
Kedepan, Yasona menegaskan, pihaknya pasti akan membangun lapas untuk mengatasi masalah over capacity tahanan, namun Yasonna mengisyaratkan, pembangunan lapas tidak dilakukan dalam waktu dekat.
“Menambah lapas itu pasti, tapi uang kita terbatas,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu