Jakarta, Aktual.co — Kapolri Jendral Polisi Sutarman memastikan tim Disaster Victim Investigation (DVI) telah mengambil 70 persen data antemortem keluarga penumpang dan awak pesawat Air Asia QZ8501 yang hilang sejak, Minggu (28/12).
Sutarman mengatakan, jenazah penumpang pesawat yang ditemukan akan dibawa dan dikumpulkan oleh tim DVI di Pangkalan Bun untuk selanjutnya diterbangkan ke RS Bhayangkara di Surabaya.
“Titik sudah ditemukan dan beberapa jenazah sudah dtemukan. Tugas Polri mengidentifikasi melalui DVI. Sudah disiapkan melalui Pangkalan Bun dan akan dibawa ke Surabaya. Rumah sakit sudah disiapkan,” kata Sutarman di Mabes Polri,  Jakarta Selatan, Rabu (31/12).
Saat ini, lanjut Sutarman, tim DVI sudah mengambil data antemortem 90 anggota keluarga dari 155 penumpang dan 7 awak pesawat Air Asia QZ8501. Selanjutnya data antemortem itu akan diidentifikasi dengan data postmortem jasad penumpang dan awak pesawat QZ8501 yang ditemukan.
“Data antemortem sudah disiapkan dari keluarga yang menunggu. Setelah jenazah sampai diidentifikasi. 90 orang (keluarga korban) yang sudah kita data, baik pengambilan DNA maupun ciri-ciri. Data ante mortem akan disesuaikan dengan data post mortem,” kata dia.
Sutarman menambahkan, untuk membantu penyisiran korban, Polri yang dalam hal ini dibawah kendali Basarnas akan mengumpulkan berbagai informasi secara komprehensif, baik melalui penelusuran sinyal telepon seluler yang sempat terdeteksi hingga keterangan nelayan.
Kapolri meyakinkan bahwa Polri telah memiliki pengalaman untuk mengidentifikasi korban kecelakaan pesawat, bahkan yang tubuhnya telah hancur. “Bahkan yang sudah hancur kita identifikasi. DNA bisa diambil dari rambut, kuku dan lainnya.”
Meski saat ini masih terfokus dengan pencarian korban, namun untuk pengungkapan penyebab kecelakaan pesawat tersebut, Polri akan mendukung pihak KNKT untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawaat naas tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu