Jakarta, Aktual.co — Pengamat perkotaan Yayat Supriatna mengatakan hingga kini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum berhasil menanggulangi bencana tahunan yaitu banjir. Akibatnya, di puncak musim hujan pada bulan Januari hingga Februari, masyarakat Jakarta tidak mendapat jaminan akan terbebas dari bencana itu.
“Saya kira banjir tahun ini tidak akan ada bedanya. Kemungkinan Jakarta masih akan terkena banjir,” ujarnya ketika dihubungi, Rabu (31/12).
Ia mengatakan program penanggulangan baniir yang dilakukan oleh Pemprov DKI yaitu normalisasi sungai hingga saat ini masih mendapat hambatan masalah relokasi. Banyak warga yang tinggal di bantaran sungai enggan untuk digusur karena berbagai hal seperti ketidakjelasan mengenai ganti rugi dan juga tempat tinggal yang dijanjikan Pemprov DKI.
“Relokasi warga kan tergantung oleh pembangunan rumah susun itu sendiri. Kalau rumah susun belum memenuhi kebutuhan ya program normalisasi sungai tidak akan selesai,” ujarnya.
Lanjutnya, progam penanggulangan banjir lainnya yaitu sodetan juga masih terhambat masalah pembebasan tanah. Dengan kata lain, masalah penanggulangan banjir Pemprov DKI sebagian memiliki kendala dalam soal pembebasan tanah. Untuk itu, Yayat menyarankan agar Pemprov DKI membentuk skala prioritas.
“Harus dibuat. Apakah mereka mengejar normalisasi sungai atau mengejar target rumah susun, karena keduanya kan sedang mengalami kendala,” lanjutnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Andy Abdul Hamid

















