Nasabah melakukan pembelian Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI 021 menggunakan Super App OCTO Mobile dari CIMB Niaga di Jakarta, Senin (31/1/2022). 

Jakarta, Aktual.com – Pemerintah resmi menerbitkan Obligasi Negara Ritel (ORI) perdana tahun ini, yakni seri ORI029, dengan target indikatif awal senilai Rp25 triliun. ORI029 ditawarkan dalam dua tenor, yaitu tenor tiga tahun (ORI029T3) dan tenor enam tahun (ORI029T6).

Pelaksana Tugas Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Novi Puspita Wardani, mengatakan pemerintah sengaja menyediakan dua pilihan tenor untuk menyesuaikan kebutuhan investor.

“Kami menawarkan dua tenor sekaligus. Investor yang ingin tenor lebih panjang dengan kupon lebih tinggi silakan, atau yang memilih tenor lebih pendek juga tersedia,” ujar Novi di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

ORI029 menawarkan kupon bersifat tetap (fixed rate), masing-masing sebesar 5,45 persen untuk tenor tiga tahun dan 5,80 persen untuk tenor enam tahun. Penawaran dilakukan secara daring melalui sistem e-SBN mulai Senin (26/1/2026).

Instrumen ini ditujukan sebagai alternatif investasi masyarakat dengan imbal hasil tetap, sekaligus mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Novi menjelaskan, dana yang dihimpun dari SBN ritel akan kembali ke masyarakat melalui belanja pembangunan. “SBN ini memiliki dua manfaat, yaitu memberikan keuntungan bagi investor dan mendukung pembiayaan APBN,” katanya.

ORI029 merupakan surat berharga negara yang diterbitkan khusus untuk investor individu domestik dengan tingkat risiko relatif rendah. Pemerintah menilai SBN ritel sebagai instrumen investasi yang aman, menguntungkan, dan terjangkau bagi berbagai lapisan masyarakat.

Masa penawaran ORI029 berlangsung hingga 19 Februari 2026. Investor sudah dapat melakukan pemesanan sejak hari pertama penawaran. “Tepat pukul 09.00 WIB, investor sudah bisa membeli ORI029,” ujar Novi.

Pemerintah menetapkan batas minimum pemesanan sebesar Rp1 juta dengan kelipatan Rp1 juta. Adapun batas maksimum pembelian ditetapkan Rp5 miliar untuk tenor tiga tahun dan Rp10 miliar untuk tenor enam tahun.

Selain itu, ORI029 bersifat tradable atau dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah satu kali pembayaran kupon. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi investor dalam mengelola likuiditas.

Pembelian ORI029 dapat dilakukan melalui 28 mitra distribusi resmi, yang terdiri dari bank umum dan perusahaan efek. Proses pembelian meliputi registrasi, pemesanan, pembayaran, serta setelmen atau konfirmasi kepemilikan.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi