Jakarta, Aktual.com – Di tengah meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap kualitas layanan purnajual, penguatan kompetensi sumber daya manusia dealer menjadi faktor kunci dalam persaingan industri otomotif nasional. Tren tersebut mendorong penyelenggaraan Honda National Skill Contest 2026 sebagai upaya menjaga konsistensi standar layanan di seluruh jaringan dealer Honda di Indonesia.
Ajang yang digagas PT Honda Prospect Motor (HPM) ini memasuki penyelenggaraan ke-20 dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Honda dalam memperkuat kualitas layanan purnajual. Di tengah perlambatan penjualan kendaraan baru, sektor aftersales dinilai semakin berperan sebagai penopang loyalitas konsumen sekaligus keberlanjutan bisnis otomotif.
Honda National Skill Contest 2026 diikuti oleh berbagai lini layanan dealer, mulai dari sales consultant, teknisi servis, service advisor, staf suku cadang, teknisi Body & Paint, hingga customer care officer. Para peserta merupakan hasil seleksi berjenjang dari lima wilayah Main Dealer Honda yang membawahi seluruh jaringan dealer resmi di Tanah Air.
Pada tahap final nasional, sebanyak 87 finalis dari 45 dealer Honda bersaing dalam berbagai kategori. Seluruh kategori tersebut merepresentasikan titik-titik krusial interaksi antara merek dan konsumen, baik pada tahap penjualan maupun purnajual.
Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi elemen utama dalam menjaga kepuasan pelanggan.
“Melalui Honda National Skill Contest, kami memastikan kompetensi SDM dealer terus terjaga sehingga konsumen mendapatkan standar layanan terbaik yang konsisten di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dalam kompetisi ini, peserta diuji melalui tes tertulis dan simulasi praktik berbasis kondisi nyata di dealer. Pengujian tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, tetapi juga pada aspek komunikasi, ketepatan layanan, serta kemampuan menangani keluhan konsumen secara profesional.
Dari perspektif pasar otomotif, penguatan layanan aftersales menjadi tren penting seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap keandalan layanan, transparansi biaya perawatan, dan kecepatan penanganan kendaraan. Konsumen kini menilai merek otomotif tidak semata dari produk, tetapi juga dari pengalaman layanan jangka panjang yang diterima.
Melalui ajang ini, Honda memperkuat sistem pelatihan dan evaluasi berkelanjutan bagi seluruh SDM dealer sebagai bagian dari inovasi layanan. Strategi tersebut dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi Honda di tengah persaingan industri otomotif nasional yang semakin ketat.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















