Jakarta, Aktual.co — Ketua Fraksi PDI Perjuangan di MPR RI, Ahmad Basarah enggan menanggapi ihwal pihak siapa yang harus bertanggung jawab terkait peristiwa hilangnya kontak pesawat Air Asia QZ 8501 rute penerbangan Surabaya-Singapura.
Menurut dia, semua pihak lebih baik fokus pada upaya pencarian untuk mendapatkan petujuk keberadaan pesawat yang mengangkut sekitar 155 penumpang itu.
“Kita belum bisa sampai pada kesimpulan atau menyimpulkan apa bentuk musibahnya, kalau dikatakan jatuh kita belum mendapatkan bukti, begitu juga kalau dikatakan pesawat itu tenggalam di laut kita belum mendapatkannya,” ucap dia usai menghadiri acara konfrensi pers bidang hukum PDIP, di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (30/12).
“Semua masih menduga-duga, kerena itu dalam situasi semacam ini harapan saya, semua komponen bangsa Indonesia, berfikir positif untuk mendahulukan yang terpenting, adalah mencari tahu dimana letak posisi pesawat tersebut,” imbuh dia.
Dikatakan dia, tidak ada seorangpun maupun bangsa Indonesia ini yang menginginkan terjadinya musibah yang dialami oleh pesawat komersil milik perusahaan Malaysia tersebut.
Oleh karena itu, masih kata dia, menjadi kurang tepat dalam situasi semacam ini semua pihak tidak mencari siapa yang harus dipersalahkan.
“Tetapi, siapa yang bertanggung jawab, semua bertanggung jawab, waa bil khusus pemerintah sebagai penanggung jawab republik ini dengan mengerahkan resources yang ada, seperti TNI/Polri, dan Basarnas sudah dikerahkan,” tandas Wakil Sekjen DPP PDIP itu.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang
















