Jakarta, Aktual.co —Rapat koordinasi Komisi A DPRD DKI Jakarta bersama Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD DKI, berujung pada permintaan hak-hak anggota dewan yang dirasa belum seluruhnya dipenuhi.
Anggota Komisi A DPRD DKI Ahmad Yani mengatakan ada beberapa usulan dari anggota dewan lain dalam rapat kordinasi yang berlangsung tertutup.
Pertama, Sekwan diminta serius memfasilitasi hal yang menjadi hak dewan agar bisa bekerja dengan baik.
Terkait fasilitas, kata politisi PKS itu, ada dua gedung di DPRD yang masih memiliki banyak kekurangan. Misal, belum aktifnya telepon di ruangan anggota. Padahal banyak anggota dewan dan staf yang mengeluh tidak ada sinyal telepon genggam saat berada di ruangan. 
Yang kedua, Sekwan diminta memperhatikan fasilitas kamar mandi. Di mana beberapa kerannya rusak.
Selain itu Sekwan juga diminta menata ulang lahan parkir. Khususnya untuk anggota dewan dan sejumlah staf dewan. “Pengaturan ini agar bisa diberikan stiker masuk ke gedung dewan,” kata Yakni di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (29/12).
Anggota Komisi Bidang Pemerintahan ini juga menyebutkan soal belum turunnya anggaran untuk tenaga ahli (TA) hingga akhir tahun. Fraksi PKS, kata dia, akan mendorong agar anggaran untuk itu segera cair. 
“Sedapat mungkin Setwan segera menjembatani ke Pemprov agar anggaran untuk para TA yang sudah bekerja, khususnya di Fraksi PKS, bisa diperhatikan.”
Selain ketiga hal itu, Sekwan juga diminta menjelaskan struktur organisasi dan tugas pokok serta fungsinya di DPRD DKI Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh: