Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Mohamad Hekal dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Banggar DPR RI bersama Wakil Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI Kiki Verico, serta Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti, di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2025). Foto : Azka/Andri

Jakarta, aktual.com — Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, merespons dinamika terbaru di sektor pasar keuangan nasional, termasuk mundurnya sejumlah pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pejabat eksekutif Bursa Efek Indonesia (BEI) yang beriringan dengan terbitnya laporan evaluasi MSCI terhadap pasar modal Indonesia.

“Sehubungan dengan itu, saya perlu menyampaikan klarifikasi dan penegasan kepada masyarakat luas,” kata Mohamad Hekal, Sabtu (31/1).

Ia menegaskan, tidak ada keterlibatan pejabat dari Danantara, Badan Pengelola BUMN, direksi perusahaan BUMN, maupun pihak-pihak yang berafiliasi dengan institusi tersebut untuk mengisi jabatan pimpinan di OJK atau posisi eksekutif di BEI.

“Pertama, saya menegaskan bahwa tidak ada pejabat dari Danantara, Badan Pengelola BUMN, direksi perusahaan BUMN, maupun pihak-pihak yang berafiliasi dengan institusi tersebut yang akan menggantikan atau menduduki jabatan pimpinan di OJK maupun posisi pejabat eksekutif di BEI,” ucapnya.

Hekal memastikan seluruh posisi yang saat ini kosong, baik di OJK maupun BEI, akan diisi oleh figur-figur profesional yang memiliki kompetensi terbaik di bidangnya.

“Seluruh posisi yang saat ini kosong atau ditinggalkan, baik di OJK maupun di BEI, akan diisi oleh putra putri yang kompeten dan terbaik di bidang tersebut,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan Komisi XI DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan konstruktif guna menjaga independensi OJK dan BEI, sekaligus memperkuat kredibilitas serta daya saing pasar keuangan nasional.

“Saya juga tetap menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan konstruktif guna memastikan independensi OJK dan BEI tetap terjaga, sekaligus memperkuat kredibilitas dan daya saing pasar keuangan Indonesia di mata investor domestik maupun global,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Hekal mengimbau seluruh pemangku kepentingan agar tidak terjebak spekulasi yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar, serta bersama-sama mendukung agenda pembenahan dan penguatan infrastruktur pasar keuangan nasional.

“Saya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan—regulator, pelaku pasar, dan masyarakat—untuk tidak terjebak pada spekulasi yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar, serta bersama-sama mendukung proses pembenahan dan penguatan infrastruktur pasar keuangan nasional secara berkelanjutan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain