Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi bakal menggelar refleksi akhir tahun, Senin (29/12) sore. Diacara tersebut, KPK bakal menjabarkan hasil kerja selama satu tahun ini dalam melakukan pemberantasan korupsi di negeri ini.
Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyebut, kedepan lembaganya bakal lebih berkonsentrasi menangani sektor kemaritiman tahun depan. Terutama dalam penanganan pencegahan dan penindakan di sektor laut. Hal tersebut perlu digalakkan mengingat uang pemerintah kini akan tertumpuk di sana.
Ketika fokus pemerintah dialihkan ke ranah kemaritiman, sambung Bambang, maka akan terjadi kapitalisasi uang yang digelontorkan untuk membangun infrastruktur di laut. 
“Artinya kalau kita tidak punya sistem yang mengontrol itu, maka potensi korupsi akan terjadi,” kata Bambang, Senin (29/12).
Bambang mengatakan, persoalan hukum kemaritiman akan lebih rumit karena kompleksitas dan jangkauan jauh lebih luas. Sebab pengelolaan hukum untuk masalah infrastruktur yang di darat saja hingga saat ini belum maksimal. “Apalagi ini yang di laut.”
Pimpinan KPK telah berembuk mengenai persiapan konsenterasi di ranah kemaritiman sejak November lalu. Beberapa poin yang menjadi kajian utama terkait arah kebijakan, kesiapan anggaran, serta konsolidasi sumber daya satuan petugas (satgas) dan penyidik. “Seluruh program strategic telah dibuat di tingkat kedeputian.”
Meski demikian Bambang menuturkan upaya KPK untuk bisa konsenterasi menangani persoalan maritim tetap membutuhkan dukungan dari lembaga penegak hukum lain, terutama Kejaksaan Agung dan Kepolisian. Konsolidasi seluruh elemen tetap perlu diwujudkan dalam strategic partner.
“Upaya pemerintah fokus di ranah kemaritiman ini harus disambut dengan pemusatan yang lebih intens oleh seluruh elemen penegak hukum agar konsenterasi tidak tercerai-berai,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu