Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto. Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menargetkan sebanyak 62,95 persen lulusan perguruan tinggi dapat langsung bekerja dalam jangka waktu satu tahun setelah kelulusan pada 2026.

Target tersebut disampaikan Brian dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Selasa (3/2/2026). Menurutnya, target itu merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi dan misi Kemendiktisaintek periode 2025–2029.

Dalam paparannya, Brian menyebutkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi pada 2025 mencapai 96,91 persen atau terealisasi sebesar 32,89 persen dari target 33,94 persen. Sementara pada 2026, target angka partisipasi kasar pendidikan tinggi ditetapkan mencapai 34,92 persen.

“Persentase lulusan pendidikan tinggi yang langsung bekerja dalam jangka waktu satu tahun setelah kelulusan pada 2025 melebihi 62,16 persen, dengan realisasi mencapai 62,57 persen,” kata Brian.

Ia juga menjelaskan, lulusan pendidikan tinggi yang langsung bekerja sebagai karyawan atau wirausaha dalam waktu satu tahun setelah kelulusan pada 2025 mencapai 93,97 persen dari target 83 persen. Untuk 2026, Kemendiktisaintek menargetkan angka tersebut mencapai 84,22 persen.

Sementara itu, persentase lulusan pendidikan tinggi vokasi yang bekerja di bidang sesuai dengan pendidikan dalam jangka waktu satu tahun setelah kelulusan pada 2025 tercatat mencapai 127,03 persen dari target 44,88 persen. Pada 2026, target lulusan vokasi yang bekerja sesuai bidang ditetapkan sebesar 46,38 persen.

Menanggapi paparan tersebut, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ratih Megasari Singkarru, menilai terdapat ketimpangan antara data yang disampaikan dengan kondisi riil di lapangan. Menurutnya, masih banyak anak muda yang kesulitan mendapatkan pekerjaan.

“Ini terlalu indah jika disandingkan dengan kondisi di lapangan. Padahal, jika kita melihat keseharian, termasuk dari media sosial, banyak keluhan anak-anak muda yang sangat sulit mencari lapangan pekerjaan,” ujar Ratih.

Oleh karena itu, Ratih meminta Mendiktisaintek menjelaskan secara rinci strategi dan langkah konkret agar target tersebut dapat tercapai. Ia juga menyoroti data lulusan pendidikan vokasi yang dinilai perlu menjadi perhatian serius.

Menurutnya, akan menjadi peringatan bagi Kemendiktisaintek apabila lulusan vokasi justru tidak bekerja sesuai dengan bidang yang ditempuh selama masa perkuliahan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano