tugas menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu, melemah 9 poin atau 0,05 persen ke level Rp16.763 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.754 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pergerakan rupiah cenderung melemah terbatas seiring sikap wait and see pelaku pasar terhadap rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan Indonesia.

“Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas terhadap dolar AS. Investor cenderung sideline mengantisipasi data ekonomi AS dalam beberapa hari ke depan serta rilis PDB kuartal IV-2025 Indonesia pada Kamis (5/2),” ujar Lukman di Jakarta, Rabu (4/2).

Dari AS, data Institute for Supply Management (ISM) sektor jasa diperkirakan turun dari 54,4 menjadi 53,5. Sementara itu, data Non-Farm Payrolls (NFP) yang semula dijadwalkan rilis pada Jumat (6/2) diproyeksikan menambah 68 ribu tenaga kerja, lebih tinggi dibandingkan 50 ribu pada bulan sebelumnya.

Namun demikian, mengutip Xinhua, Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengumumkan laporan NFP Januari 2026 ditunda tanpa batas waktu akibat penutupan sebagian pemerintahan AS. Penutupan tersebut terjadi sejak 31 Januari imbas kebuntuan Kongres AS terkait pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Dari dalam negeri, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal IV-2025 diperkirakan tumbuh 5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) atau meningkat 1,43 persen.

Lukman menambahkan, sentimen domestik belum sepenuhnya pulih, ditambah tekanan eksternal dari pasar global. Sentimen di kawasan Asia diperkirakan cenderung risk off mengikuti pelemahan Wall Street akibat aksi jual saham teknologi di Amerika Serikat.

“Kondisi tersebut berpotensi menekan saham teknologi Asia,” katanya.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.700 hingga Rp16.850 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain