Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo segera mengumpulkan para gubernur, bupati, dan wali kota seluruh Indonesia dalam rapat koordinasi nasional yang dijadwalkan akhir Mei 2015. Rakornas tersebut akan membahas terkait pengendalian tingkat inflasi ke posisi wajar.
Hal itu disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo setelah rapat soal perkembangan ekonomi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Presiden di Jakarta, Rabu (6/5). Dikatakan, Presiden Jokowi akan memimpin sendiri rakornas sebagai wadah koordinasi antara para gubernur, bupati, dan wali kota seluruh Indonesia dengan sejumlah kementerian bersama BI.
“Dan rakornas ini akan dipimpin oleh Presiden. Kenapa melakukan rakornas ini? Karena memang koordinasi ini yang ditunggu. Koordinasi kementerian-kementerian dengan pemerintah daerah untuk sama-sama kita bisa berupaya mengendalikan inflasi,” katanya.
Menurut dia, inflasi memang harus dikendalikan karena membuat penghasilan rakyat digerogoti sehingga kenaikan harga barang dan jasa semakin memberatkan akibat nilai mata uang turun. Inflasi, kata dia, juga menyebabkan Indonesia kalah dalam hal daya saing dibandingkan dengan negara-negara anggota ASEAN Lima yang nilai inflasinya sudah di bawah lima persen dalam 10 tahun terakhir.
“Indonesia pada 2013 tahun 2014 inflasinya 8,3 persen. Jadi kita melihat bahwa sekarang ini ada kesempatan bagi Indonesia untuk mencapai inflasi sesuai dengan target kita yaitu empat persen plus minus satu persen,” katanya.
Koordinasi menurut dia sangat diperlukan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk mendukung penyehatan kebijakan subsidi khususnya subsidi BBM di mana subsidi untuk premium dicabut dan untuk diesel tetap diberikan subsidi. “Jadi itu langkah yang baik untuk kita bisa memiliki tingkat inflasi yang rendah dan stabil ke depan dan dengan ada rakornas ini kami yakin akan ada dialog di mana Presiden bisa memberikan arahan,” katanya.
Agus sendiri berharap arahan Presiden mampu mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, pembangunan satu juta rumah, dan pembangunan pembangkit listrik.
Rencananya, pada 28 Mei 2015 rakornas itu digelar menghadirkan 400-an undangan terdiri dari gubernur, bupati, dan wali kota serta 10 kementerian beserta BI. 

Artikel ini ditulis oleh: