Jakarta, Aktual.co —PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi kesulitan realisasikan 80 persen penyediaan air bersih untuk warga di 2015, sesuai target Millennium Development Goals (MDGs).
Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Usep Rahman Salim, beralasan pihaknya kesulitan lantaran minimnya modal.
“Kita masih sangat terbatas untuk menyelesaikan target itu pada 2015,” ujarnya di Bekasi, Minggu, (28/12).
Sedangkan saat ini, kata dia, perusahaannya baru bisa melayani 40,76 persen penduduk Kota Bekasi. Yakni tujuh dari total 12 kecamatan yang ada. Sementara cakupan pelayanan di Kabupaten Bekasi baru berkisar 39,2 persen, yang tersebar di 11 dari total 23 kecamatan.
Ditambah lagi saat ini PDAM Tirta Bhagasasi dibebani hutang masa lalu ke Pemerintah Pusat sebesar Rp81 miliar.
“Baru ketika ada pembebasan hutang pada tahun 2009, kami baru bisa berkonsentrasi pada pengembangan usaha,” katanya.
Pengembangan usaha yang dilakukan berupa target penambahan sambungan langsung pelanggan sebanyak total 300 ribu sambungan langsung pelanggan hingga akhir 2014.
Saat ini, sambungan langsung di Kota Bekasi sebanyak 104.588 dan di Kabupaten Bekasi sebanyak 108.856.
Itu berarti, PDAM Tirta Bhagasasi harus sanggup menambang 86.556 sambungan langsung baru tahun depan.
“Tentu saja target penambahan sambungan langsung kami barengi dengan upaya peningkatan kapasitas produksi,” katanya.
Diketahui target Millennium Development Goals (MDGs) cakupan pelayanan air bersih di masyarakat perkotaan minimal harus mencapai 80 persen pada 2015.
Sementara target cakupan pelayanan di wilayah pedesaan minimal harus 60 persen dari total jumlah penduduk.
Artikel ini ditulis oleh:















