Jakarta, aktual.com – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal mengungkapkan kesannya usai berdialog dengan Presiden RI Prabowo Subianto terkait konflik Gaza. Dalam pertemuan tersebut, Dino menilai Prabowo mengedepankan pendekatan yang sangat realistis, khususnya dalam melihat Board of Peace sebagai opsi paling konkret yang saat ini tersedia untuk mendorong gencatan senjata dan perdamaian.
Hal itu disampaikan Dino usai bertemu Prabowo di Istana Merdeka, Rabu (4/2).
Menurut Dino, Prabowo berpandangan bahwa hingga saat ini Board of Peace merupakan satu-satunya solusi nyata yang berada di tingkat global. Tidak ada alternatif lain yang benar-benar dapat diandalkan untuk menghentikan konflik yang berkepanjangan di Gaza.
“Sekarang ini memang satu-satunya opsi di atas meja adalah mengenai Board of Peace. Kan tidak ada opsi lain, dan faktanya adalah Board of Peace ini yang menjadi bagian dari solusi untuk menghentikan gencatan senjata,” ujar Dino kepada wartawan.
Dino menambahkan, Prabowo juga bersikap realistis dalam memasang ekspektasi terhadap peran Board of Peace. Presiden, kata dia, menyadari adanya risiko besar, termasuk kuatnya pengaruh Israel terhadap kebijakan Amerika Serikat (AS) sebagai aktor kunci dalam dewan tersebut.
Meski demikian, Prabowo meyakini pengaruh tersebut dapat diimbangi dengan membangun kekompakan negara-negara Islam yang tergabung dalam Board of Peace.
“Dengan kata lain, kalau leverage Indonesia tidak begitu besar, misalnya, akan lebih besar karena kita selalu menjaga kekompakan dengan negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, dan lain sebagainya. Jadi Beliau cukup realistis, ada risikonya,” imbuh Dino.
Lebih lanjut, Dino mengungkapkan bahwa Prabowo juga menekankan pentingnya sikap kehati-hatian dalam mengikuti dinamika Board of Peace. Bahkan, Presiden disebut berulang kali menegaskan bahwa Indonesia tidak akan ragu untuk keluar dari forum tersebut apabila langkah-langkah yang diambil bertentangan dengan prinsip dan kepentingan nasional.
“Ini berkali-kali Beliau tekankan. Beliau tidak akan ragu, termasuk kalau yang lain tetap masuk. Nah ini yang saya tangkap sebagai suatu penekanan dan penegasan yang kami apresiasi,” katanya.
Dino juga menyoroti suasana diskusi dalam pertemuan tersebut yang dinilainya sangat terbuka, candid, dan berlangsung dua arah. Tidak ada pembatasan topik, termasuk pembahasan mengenai risiko, skenario terburuk, hingga potensi dampak negatif bagi Indonesia ke depan.
“Saya surprise karena suasananya totally open. Diskusinya tidak satu arah, sangat terbuka, penuh dengan masukan, kritik, risiko, dan semua itu ditampung dan direspons langsung oleh Presiden,” ujar Dino.
Dalam diskusi itu, Prabowo kembali menegaskan pendekatan realistisnya terhadap konflik Gaza. Presiden menilai Board of Peace sebagai the only game in town, tanpa adanya alternatif solusi lain yang benar-benar tersedia di tingkat global saat ini.
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Oktaviano

















