Jakarta, Aktual.co — Ketua DPRD DKI Jakarta Praseti Edi Marsudi mengatakan bahwa pihaknya mendukung penyelesaian kasus dugaan korpusi dugaan korupsi Uninterruptible Power Supply (UPS) pada APBD DKI 2014 hingga tuntas.
“Setelah dua orang jadi tersangka, kan akhirnya berkembang, kita kan sepakat kalau korupsi kan kita menolak,” kata Pras kepada aktual.co, Rabu (6/4).
Dijelaskan Pras dalam kasus UPS dia menilai pemerintah telah melihat ada kesepakatan anggaran antara eksekutif dan legislatif. Namun dia menduga nantinya yang lebih banyak menjadi tersangka adalah pihak eksekutif selaku pengguna anggaran.
“Nah disini kan republik ini kan duitnya abis karena di krupsi, disini mungkin pemerintah melihat didalam eksekutif dan legislatif ada kompromise anggaran, saya sih curiga yang lebih banyak malingnya birokrat bukan kita. Kita kan gak tau apa apa, analisa saya itu (Birokrat banyak yang ketangkep),” ungkapnya.
Oleh karena itu, Politisi PDI Perjuangan ini meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk juga memeriksa anak buahnya dan diposisikan yang sama dimata hukum.
“Ya saya juga meminta pak Ahok juga meriksa anak buahnya, diposisikan dimata hukum tuh sama. Kalau memang konteknya ada yang nakal, anak buahnya salah ya tangkep,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Andy Abdul Hamid















