Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyampaikan pesan khusus dalam rangka memperingati Milad ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Sebagai salah satu organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia, Ibas berharap HMI terus menjaga kobaran semangat idealisme dalam berkontribusi membangun bangsa.
Dalam pernyataannya, Ibas menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai motor penggerak perubahan yang mampu mengambil peran strategis di tengah dinamika kebangsaan.
“Selamat Milad HMI ke-79! Teruslah menjadi garda terdepan dalam membangun Indonesia melalui semangat idealisme dan kolaborasi,” ujar Ibas, Kamis (5/2).
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu juga mengajak seluruh kader HMI untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat aktif dalam memperkuat sistem demokrasi di Tanah Air. Menurutnya, partisipasi anak muda menjadi kunci penting bagi masa depan Indonesia yang lebih cerah.
“Pemuda adalah harapan bangsa, dan HMI adalah bagian dari masa depan yang lebih baik. Jangan pernah takut bermimpi besar, ambil peran dalam demokrasi partisipatif, dan berjuang bersama nilai-nilai kebangsaan,” tegas lulusan Program Doktor IPB University tersebut.
Sebagai pimpinan MPR RI yang aktif mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, Wakil Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia ini menilai kolaborasi antara pemuda dan seluruh elemen bangsa menjadi syarat mutlak dalam menghadapi tantangan global.
Ia pun berharap HMI tetap menjadi wadah yang inklusif dan produktif bagi lahirnya inovasi serta gagasan baru dalam kerangka demokrasi partisipatif.
“Semoga HMI terus menginspirasi dan berkarya bagi umat dan bangsa. Mari kita perkuat sinergi demi mewujudkan cita-cita besar Indonesia,” tutup Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur VII tersebut.
Peringatan Milad ke-79 HMI menjadi momentum refleksi atas sejarah panjang perjuangan organisasi sekaligus penguatan komitmen untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Oktaviano

















