Jakarta, Aktual.com — Dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk dua periode dinilai sebagai langkah strategis yang tidak hanya menegaskan loyalitas politik, tetapi juga membuka ruang negosiasi kekuasaan menuju Pilpres 2029. Sikap tersebut disebut berkaitan erat dengan kalkulasi politik Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai PKB tengah membaca dinamika politik nasional lebih awal dengan menempatkan diri sebagai partai yang konsisten mendukung pemerintahan Prabowo. Dukungan dua periode dinilai sebagai sinyal penguatan posisi PKB di dalam koalisi pemerintahan.
“PKB ingin memastikan posisinya sejak awal sebagai mitra strategis Prabowo. Dukungan dua periode bukan sekadar pernyataan politik, tetapi bagian dari upaya membangun kepercayaan dan relevansi dalam skema kekuasaan ke depan,” ujar Arifki, Selasa (5/2/2026).
Menurutnya, pernyataan PKB juga dapat dibaca sebagai respons atas dinamika wacana politik yang berkembang, termasuk pernyataan Presiden ke-7 Joko Widodo terkait Prabowo–Gibran dua periode. Dalam konteks itu, PKB dinilai menawarkan opsi politik alternatif sekaligus mempertegas loyalitasnya.
“PKB memanfaatkan momentum tersebut untuk menguatkan posisi tawarnya. Ini adalah cara PKB tetap berada di lingkar inti kekuasaan Prabowo,” kata Arifki.
Meski demikian, Arifki menilai isu calon wakil presiden masih terlalu dini untuk dibuka secara terbuka. Menurutnya, PKB justru memilih menjaga fleksibilitas politik agar ruang komunikasi tetap terbuka dengan berbagai kekuatan politik.
“Selama nama calon wakil presiden belum disebut, ruang negosiasi tetap luas. Ini pola yang pernah dilakukan PKB pada Pilpres 2024. Ketika peluang di satu poros mengecil, Cak Imin mengambil langkah politik lain,” ujarnya.
Dalam bursa cawapres 2029, Muhaimin Iskandar dinilai tetap menjadi figur sentral di internal PKB. Meski belum didorong secara eksplisit, posisinya disebut masih strategis dalam kalkulasi politik nasional.
Arifki juga menyoroti mulai bergeraknya sejumlah aktor politik menjelang 2029, termasuk sinyal dukungan terhadap figur-figur tertentu serta keterlibatan tokoh-tokoh lama dalam dinamika politik. Kondisi ini, menurutnya, membuka peluang bagi Cak Imin untuk memulai negosiasi politik lebih awal.
“Dukungan PKB terhadap Prabowo dua periode bukan hanya soal hari ini, tetapi investasi politik jangka panjang, termasuk membuka peluang menuju kursi cawapres,” pungkas Arifki.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















