Jakarta, Aktual.co — Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan yang cukup signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada trwiulan pertama 2015 sebesar 4,71 persen year-on-year, sedangkan secara kuartalan turun 0,18 persen. Angka pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan triwulan pertama 2014 yang sebesar 5,21 persen.
Perlambatan ekonomi tersebut menyeret nama-nama dalam tim ekonomi di Kabinet Kerja Jokowi sebagai pejabat tak berkapabilitas. Menanggapi perlambatan ekonomi yang dialami Indonesia saat ini, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menegaskan, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia memang sudah melambat sejak tahun 2012 silam.
“Perlambatan sudah dimulai sejak tahun 2012. Ekonomi kita turun 6,2 persen dari 6.5 persen. Pada 2013 turun lagi ke 5,8 persen, dan 2014 turun lagi ke 5 persen,” tegas Bambang di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/5).
Perlambatan pertumbuhan ekonomi kala itu, kata Bambang, terjadi lantaran menurunnya harga komoditas primer yang mendorong defisitnya neraca transaksi berjalan. “Dimana Indonesia ekspor masih tergantung pada komoditas primer, dan ekonomi termasuk konsumsinya terpengaruh pada kondisi komoditas primer tersebut,” jelasnya.
Kendati kuartal I-2015, pertumbuhan ekonomi hanya 4,7 persen, lanjut Bambang, perlambatan pertumbuhan ekonomi ini harus dilihat dari kacamata positif.

Artikel ini ditulis oleh: