Jakarta, Aktual.co — Dewan Ekonomi Nasional (DEN) meninjau dan mengecek langsung produksi modul listrik tenaga surya atau solar cell milik PT Len Industri (Persero) di Bandung untuk memastikan kapasitasnya memenuhi kebutuhan energi terbarukan di Indonesia.
“Tim melakukan peninjauan langsung, salah satunya mengecek kesiapan dan kapasitas produksi modul listrik tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah daerah di Indonesia,” kata Manajer Humas PT Len Industri Doni Gunawan di Bandung, Rabu (6/5).
Rombongan DEN yang dipimpin oleh Sekjen Bambang Gatot A dengan anggota sembilan orang itu diterima oleh Direktur Teknologi dan Produksi Len Darman Mappangara dan Direktur PT SEI (anak perusahaaan Len yang bergerak di tenaga surya) Agus Iswanto.
Dalam kunjungan itu DEN menyatakan ingin mengetahui penguatan produsen panel surya di Indonesia, efektivitas dan efisiensi penggunaan sistem tenaga surya, dan pemetaan strategi energi nasional jangka panjang hingga tahun 2025.
Pada pertemuan itu, DEN menyampaikan kekhawatirannya terhadap progres perkembangan industri solar cell (PLTS) di Indonesia yang saat ini hanya menghasilkan kapasitas 20 Mwp per tahun. Angka tersebut masih sangat jauh dibandingkan dengan negara maju seperti Tiongkok.
Jumlah total 20 MWp itu sudah termasuk tujuh perusahaan penghasil modul surya di Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia (Apamsi).
Doni Gunawan menyebutkan pada pertemuan itu kedua belah pihak membahas rencana Len membangun parik solar cell baru di Len Technopark di daerah Subang sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kekhawatiran itu.
Pada kunjungan di Bandung itu, tim DEN juga meninjau fasilitas produksi modul surya dan fasilitas produksi elektronika di BUMN strategis itu.
Artikel ini ditulis oleh:














