Jakarta, Aktual.co — Indonesia Mining and Energy Studies (IMES) mendukung penuh agar penegak hukum segera membongkar dugaan praktik korupsi di tubuh PT Pertamina (Persero) terkait ditunjuknya Total sebagai pemenang tender yang jelas melakukan pricing untuk bulan Maret dimana seharusnya pricing ditetapkan untuk bulan April 2015.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada 23 Februari 2015, unit usaha Pertamina yakni Integrated Supply Chain (ISC) mengundang tender LPG yang terdiri atas Butane dan Propane untuk loading bulan April 2015 dengan spot total 44.000 mt. ISC-Pertamina menunjuk Total sebagai pemenang tender yang jelas melakukan pricing untuk bulan Maret yang seharusnya bulan April 2015.
Data tersebut menunjukan ISC-Pertamina dengan Vice President (VP) Daniel Purba telah memenuhi delik korupsi berdasarkan Undang-undang karena perbuatan melawan hukum, memilih pemenang tender LPG tidak berdasarkan TOR yang diumumkan sebelumnya. Selain itu, Perusahaan dan negara mengalami kerugian USD400.000 atau setara Rp5,2 miliar.
“Indikasi kerugian negara Rp52 Miliar itu angka yang cukup besar,” kata Direktur Eksekutif IMES Erwin Usman kepada Aktual di Jakarta, Rabu (6/5).
Maka dari itu, ia berharap kasus ini dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat oleh aparat penegak hukum.
“Sangat janggal jika kasusnya tak direspon secara serius dan cepat, baik oleh KPK maupun institusi Kejaksaan Agung atau Polri. Harus diusut tuntas,” ujar Erwin.
Ia menegaskan, akar permasalahan ini adalah karena tidak transparannya pihak ISC dalam menjalankan proses pengadaan.
“Problem utama dalam kasus ini, soal transparansi dalam tubuh ISC yang harus dirombak total,” tuturnya.
Sementara itu, pihak ISC-Pertamina sendiri mengaku sudah melakukan transparansi terkait tender tersebut yang merugikan negara hingga Rp5,2 miliar.
“Proses tender LPG tersebut sudah dilakukan dengan benar dan transparan. Keputusan tim tender sudah dengan justifikasi operasional dan commercial yang jelas,” ujar Vice Presiden ISC-Pertamina, Daniel Purba kepada Aktual.
Namun, ketika ditanya lebih lanjut terkait transparansi tender yang dimaksud seperti apa, dirinya enggan menjawab.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka














