Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump seusai penandatanganan dokumen Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza di sela WEF di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Aktual/Youtube White House.

Jakarta, aktual.com – Kementerian Luar Negeri menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto hingga kini belum mengambil keputusan terkait kehadirannya dalam rapat perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pemerintah Indonesia disebut baru menerima undangan resmi untuk agenda tersebut.

“Sebagaimana disampaikan oleh Pak Mensesneg bahwa memang kita menerima undangan tersebut, tapi Bapak Presiden masih belum memutuskan, masih mempertimbangkan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl Achmad Mulachela di Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

“Jadi surat undangannya sudah diterima, sudah dicek Pak Mensesneg, tapi belum diputuskan,” sambungnya.

Nabyl juga menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah Presiden Prabowo dapat diwakili oleh delegasi lain apabila tidak hadir langsung. Menurutnya, keputusan tersebut juga bergantung pada ketentuan tuan rumah.

“Itu selain kita yang menentukan, biasanya tuan rumah itu juga punya preferensi, tidak bisa diwakilkan atau nggak, seperti itu. (Undangan itu) Kepada kepala negara,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa pemerintah Indonesia telah menerima undangan rapat perdana Board of Peace yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari. Namun, hingga kini belum ada kepastian terkait kehadiran Presiden Prabowo.

“Ada (undangannya). Belum (tahu hadir atau nggak), nanti kita sampaikan kalau sudah ada kepastian,” kata Prasetyo kepada wartawan, Senin (9/2).

Prasetyo menambahkan, apabila Presiden Prabowo menghadiri pertemuan tersebut, pemerintah berharap momentum itu juga dapat dimanfaatkan untuk penandatanganan kesepakatan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang hingga kini masih menunggu jadwal pasti.

“Kita sih menghendaki dan ingin bisa dua-duanya,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain