Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo pagi ini memanggil Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro ke Istana Presiden untuk membahas pertumbuhan ekonomi RI yang melambat.
“Iya salah satunya (bahas) perlambatan ekonomi. Nanti saya akan jelaskan setelah bertemu pak Jokowi,” singkat Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/5)
Tak seperti Agus, Menkeu Bambang tak banyak bicara terkait pemanggilan dirinya pagi ini. “Nanti,” singkatnya sambil berlalu menuju ruang pertemuan dengan Presiden Jokowi di Kantor Presiden.
Turut hadir dalam pertemuan ini, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto. Pertemuan yang dimulai sekira pukul 09.00 WIB ini berlangsung secara tertutup.
Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada trwiulan pertama 2015 sebesar 4,71 persen year-on-year, sedangkan secara kuartalan turun 0,18 persen. Angka pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan triwulan pertama 2014 yang sebesar 5,21 persen.
Kepala BPS, Suryamin mengatakan tren penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia, Dia menyebutkan beberapa negara yang juga mengalami penurunan ekonomi, seperti Tiongkok yang turun 0,4 persen, Singapura turun 2,8 persen.
“Harga minyak yang melemah juga memiliki dampak pada pertumbuhan ekonomi triwulan satu ini. Ekspor impor yang turun pada triwulan pertama ini berpengaruh terhadap impor bangunan, mempengaruhi kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan pertama,” ujar Suryamin di kantor BPS Jakarta, Selasa (5/5).
Lebih lanjut dikatakan dia, pertumbuhan ekonomi tertinggi berdasarkan kuartalan terjadi pada sektor pertaniaan, yakni dengan share 14,63 persen terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Selanjutnya yaitu sektor informasi dan komunikasi dengan share 3,06 terhadap PDB, dan jasa perusahaan dengan share 2,24 terhadap PDB.
“Dari sisi produksi menurun akibat mundurnya peride tanam, produksi minyak mentah dan batu bara mengalami kontraksi, distribusi perdagangan melambat, dan kinerja knstruksi juga melambat,” jelas dia.
Suryami juga menjelaskan penyebab menurunnya pertumbuhan ekonomi pada triwula pertama 2015 dari sisi pengeluaran, diantaranya yaitu semua komponen pengeluaran ruah tangga yang menurun, pengeluaran konsumsi pemerintah yang menurun, realisasi belanja modal pemerintah lebih rendah, dan impor barang modal yang menurun.
“Ekspor barang terkontraksi juga karena turunya harga komoditas, dan ekspor jasa juga terkontraksi melambatnya pertumbuhan jumlah wisman,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















