Jakarta, Aktual.com — Investor asing memborong saham perbankan di tengah IHSG yang fluktuatif pada awal 2026, seiring publikasi kinerja emiten bank sepanjang 2025 yang tetap solid. Salah satu yang menjadi sorotan adalah PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) setelah membukukan laba bersih Rp3,6 triliun dengan pertumbuhan pendapatan yang stabil.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan capaian tersebut mencerminkan daya tahan bisnis perseroan di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika industri keuangan domestik. Menurutnya, konsistensi strategi dan kehati-hatian dalam ekspansi menjadi kunci menjaga kepercayaan pasar.

“Kinerja kami mencerminkan fundamental yang tangguh, terlihat dari pertumbuhan pendapatan, kualitas aset yang terjaga, serta komitmen untuk terus memperkuat kepercayaan nasabah,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Sepanjang 2025, total pendapatan bank tercatat tumbuh 3,8 persen secara tahunan menjadi Rp12,6 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang kenaikan signifikan pendapatan nonbunga sebesar 34,1 persen menjadi Rp2,6 triliun, yang memperkuat struktur pendapatan di luar bunga.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh moderat dengan kualitas aset tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang stabil di level 2,1 persen. Pertumbuhan kredit terutama disokong segmen korporasi, sementara manajemen tetap menjaga pencadangan secara konservatif guna mengantisipasi risiko.

Likuiditas dan permodalan bank juga berada pada level yang kuat, memberikan ruang yang cukup untuk ekspansi ke depan. Rasio kecukupan modal (CAR) dan indikator likuiditas tercatat jauh di atas ketentuan minimum regulator, sehingga menopang stabilitas operasional di tengah volatilitas pasar.

Selain bisnis konvensional, Unit Usaha Syariah turut mencatat pertumbuhan positif sepanjang tahun lalu. Bank juga memperbesar portofolio pembiayaan berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik keuangan yang lebih ramah lingkungan dan bertanggung jawab.

“Melalui penguatan kapabilitas digital, inovasi produk, dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan, kami membangun bank yang bertumbuh secara bertanggung jawab, tetap dekat dengan nasabah, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi