Puasa Ramadan bermanfaat bagi kesehatan otak manusia. Foto: chatgpt

Jakarta, aktual.com – Banyak manfaat dari ibadah Puasa di bulan Ramadan. Berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan ternyata membuat otak lebih sehat.

Begini penjelasan ilmiahnya menurut kajian neurosains, sebuah bidang studi ilmiah yang mempelajari sistem saraf, struktur, fungsi, perkembangan, dan kelainan otak manusia.

Pakar neurosains Taruna Ikrar yang juga Kepala BPOM menjelaskan manfaat puasa dari perspektif kesehatan dan neurosains. Menurutnya, perintah puasa dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi membawa hikmah besar bagi kesehatan tubuh

“Saat kita berpuasa kurang lebih 16 jam, ada tiga proses fisiologis penting yang terjadi di dalam tubuh,” paparnya, di acara kajian keagamaan dan pemberian santunan kepada petugas kebersihan, satpam, office boy di lingkungan BPOM, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Pemegang paten metode pemetaan otak manusia sejak tahun 2009 ini menyampaikan, proses pertama adalah glikolisis, yaitu pemecahan glukosa. Dalam sekitar delapan jam pertama, tubuh menggunakan cadangan energi dari makanan sahur.

Setelah itu, katanya, karena tidak ada lagi asupan makanan, tubuh mulai memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi. “Proses ini membantu membersihkan pembuluh darah dari simpanan yang berpotensi menjadi sumber penyakit,” tambahnya.

Proses berikutnya, ucap Taruna yang pernah menjadi spesialis laboratorium (specialist) di Departemen Anatomi dan Neurobiologi Universitas California, Irvine ini adalah autofagi. Yakni, mekanisme tubuh membuang sel-sel rusak dan menggantinya dengan sel baru melalui regenerasi.

“Mekanisme ini berkontribusi dalam mencegah berbagai penyakit metabolik seperti obesitas, diabetes, penyakit degeneratif, termasuk kanker dan penyakit jantung coroner,” paparnya.

Taruna Ikrar pun berharap, kegiatan ini menyambut Ramadan menjadi budaya baru di BPOM, lembaga pengawas yang tidak hanya kuat dalam sains dan regulasi, tetapi juga dalam nilai kemanusiaan.

“Ramadan bukan hanya datangnya bulan, tetapi datangnya kesempatan. Kita siapkan hati sebelum tubuh berpuasa,” tutupnya.

Pada kegiatan penyambutan Ramadan 1447 H, BPOM memberikan santunan kepada 300 pekerja senyap, yakni petugas kebersihan, satpam, sopir dan pramusaji. Mereka bisa  merasakan langsung manfaat kegiatan ini melalui santunan dan paket kebutuhan Ramadan yang diserahkan BPOM.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi