Kuala Lumpur, aktual.com – Kinerja ekonomi Malaysia pada kuartal keempat 2025 melampaui seluruh perkiraan pasar, mempertegas posisinya sebagai salah satu motor pertumbuhan paling tangguh di Asia Tenggara. Pemerintah pun melihat ruang ekspansi berkelanjutan pada 2026 di tengah dukungan permintaan domestik dan ekspor yang solid.
Berdasarkan data Bank Negara Malaysia (BNM) dan Departemen Statistik Malaysia, produk domestik bruto (PDB) tumbuh 6,3% pada periode Oktober–Desember 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini lebih tinggi dari estimasi awal 5,7% dan bahkan melampaui proyeksi tertinggi dalam survei Bloomberg.
Secara kuartalan, ekonomi Malaysia tumbuh 0,8% pada kuartal terakhir dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Sepanjang 2025, pertumbuhan mencapai 5,2%—tertinggi sejak 2022 dan melampaui kisaran proyeksi resmi pemerintah sebesar 4%–4,8%.
“Momentum pertumbuhan ini diperkirakan akan berlanjut pada 2026, didukung oleh permintaan domestik dan ekspor yang tangguh,” ujar Gubernur BNM Abdul Rasheed Ghaffour dalam pernyataan resminya, Jumat (13/2/2026).
Pasar merespons positif rilis data tersebut. Ringgit menguat 0,1% ke level 3,90 per dolar AS tak lama setelah pengumuman pada pukul 12.00 waktu setempat.
Sepanjang 2025, Malaysia muncul sebagai salah satu negara dengan performa terbaik di Asia Tenggara. Fundamental ekonomi yang kuat serta reformasi struktural pemerintah mendorong lonjakan investasi, khususnya di sektor pusat data yang berkembang pesat. Bersama Singapura dan Vietnam, Malaysia relatif mampu meredam dampak tarif tinggi Amerika Serikat dan gangguan perdagangan global.
Ekonom Oversea-Chinese Banking Corp, Lavanya Venkateswaran, menilai capaian tersebut melampaui ekspektasi pasar. “Kami memperkirakan revisi ke atas, tetapi angka ini benar-benar di atas ekspektasi. Malaysia berada dalam posisi yang menguntungkan, memanfaatkan faktor eksternal sekaligus menuai hasil reformasi domestik,” ujarnya.
Dari sisi domestik, bank sentral menilai konsumsi rumah tangga akan tetap menjadi penopang utama, didukung pertumbuhan lapangan kerja dan kenaikan upah. Tingkat pengangguran tercatat berada di level terendah dalam 11 tahun pada Desember 2025. Sementara itu, proyek-proyek investasi multi-tahun juga diproyeksikan terus mendorong aktivitas ekonomi.
Di sektor eksternal, BNM memperkirakan ekspor akan tetap solid berkat permintaan global yang stabil, khususnya untuk produk elektronik dan listrik. Pemulihan sektor pariwisata juga disebut akan memberi kontribusi tambahan terhadap pertumbuhan.
Survei Bloomberg News menunjukkan median proyeksi pertumbuhan Malaysia pada 2026 berada di kisaran 4,5%, mendekati batas atas target resmi pemerintah sebesar 4%–4,5%. Bank sentral diperkirakan akan memperbarui proyeksi tersebut dalam laporan tahunan yang dirilis akhir Maret mendatang.
BNM juga menilai penguatan ringgit masih ditopang fundamental domestik yang kokoh. Dalam 12 bulan terakhir, mata uang Malaysia menjadi yang berkinerja terbaik di Asia dengan apresiasi lebih dari 14% terhadap dolar AS. Pemerintah dan bank sentral disebut terus mendorong arus modal dua arah yang sehat di pasar keuangan.
Dari sisi harga, inflasi pada 2026 diperkirakan tetap moderat seiring pelonggaran tekanan biaya global. Reformasi kebijakan domestik yang diterapkan pada 2025—seperti subsidi bahan bakar terarah dan perluasan pajak penjualan serta jasa—diprediksi hanya berdampak moderat terhadap inflasi tahun ini.
Perbaikan juga terlihat pada fiskal negara. Menteri Komunikasi Fahmi Fadzil dalam konferensi pers terpisah menyebut defisit fiskal Malaysia menyempit menjadi 3,7% dari PDB pada 2025, lebih rendah dari target 3,8%.
Dengan kombinasi pertumbuhan kuat, inflasi terkendali, dan defisit yang menyempit, Malaysia memasuki 2026 dengan fondasi ekonomi yang relatif kokoh di tengah ketidakpastian global.
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Oktaviano
















