Petugas mengamati posisi hilal di Pusat Observasi Bulan (POB) Syekh Bela Belu, Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (27/5/2025). Pemantauan hilal Kementerian Agama (Kemenag) DIY untuk menentukan awal bulan Zulhijah dan Idul Adha 1446 H tertutup awan mendung sehingga hilal tidak tampak. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/rwa.

Jakarta, aktual.com – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2), bertepatan dengan 29 Syaban 1447 H.

Mengacu pada informasi dari akun resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kemenag RI, sidang tersebut dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.

Sidang isbat akan dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta dihadiri Wakil Menteri Agama, pimpinan Komisi VIII DPR RI, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tim Hisab Rukyat Kemenag, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, hingga para duta besar negara sahabat.

Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menjelaskan bahwa pemerintah tetap menggunakan pendekatan integratif antara hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatulhilal (pengamatan langsung) dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Ia merinci tiga tahapan dalam pelaksanaan sidang isbat, yakni pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi, verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan di seluruh Indonesia, serta musyawarah dan pengambilan keputusan.

“Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat,” ujar Abu Rokhmad.

Sidang isbat merupakan agenda tahunan pemerintah dalam menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah, sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain