Jakarta, aktual.com – Umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyambut bulan suci Ramadan. Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah mandi wajib atau mandi besar sebelum memulai ibadah puasa, sebagai bentuk penyucian diri secara fisik maupun spiritual.
Amalan mandi sebelum Ramadan memiliki makna penting dalam tradisi Islam. Selain bertujuan membersihkan tubuh dari hadas besar, mandi ini juga menjadi simbol kesiapan seorang Muslim untuk memasuki bulan penuh berkah dengan hati yang bersih dan jiwa yang suci.
Mandi wajib juga merupakan sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kesucian sebelum menjalankan ibadah. Dengan kondisi suci, umat Islam diharapkan dapat menjalankan puasa dengan lebih khusyuk dan optimal.
Secara spiritual, mandi wajib membantu membersihkan hati dan pikiran dari berbagai hal yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah. Amalan ini sekaligus menjadi bentuk kesungguhan dan komitmen dalam menyambut Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas keimanan.
Bacaan Niat Mandi Wajib
Sebelum melaksanakan mandi wajib, umat Islam dianjurkan membaca niat sebagai bentuk kesungguhan dalam menjalankan ibadah. Berikut bacaan niat mandi wajib:
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar wajib karena Allah Ta’ala.”
Niat tersebut menegaskan tujuan mandi wajib, yakni untuk mensucikan diri agar ibadah puasa dapat dilaksanakan dengan sah dan sempurna.
Tata Cara Mandi Wajib
Pelaksanaan mandi wajib sebaiknya mengikuti tata cara yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Berikut langkah-langkahnya:
- Membaca niat mandi wajib sebelum mulai mandi.
- Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan bagian tubuh yang tersembunyi, seperti kemaluan dan area lain yang kotor.
- Berwudhu seperti hendak melaksanakan salat.
- Mengguyur kepala sebanyak tiga kali hingga air merata ke seluruh rambut dan kulit kepala.
- Membasuh seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan, kemudian sisi kiri, hingga tidak ada bagian tubuh yang terlewat.
Dengan mengikuti tata cara tersebut, mandi wajib dapat dilakukan secara sempurna sesuai tuntunan syariat.
Waktu Pelaksanaan
Waktu terbaik melaksanakan mandi wajib sebelum puasa Ramadan adalah sebelum masuk waktu Subuh, sehingga umat Islam memulai puasa dalam keadaan suci. Namun, mandi juga dapat dilakukan pada malam hari sebelum tidur, selama tidak melakukan hal yang membatalkan kesucian setelahnya.
Bagi umat Islam yang mengalami hadas besar, seperti setelah hubungan suami istri atau setelah selesai masa haid bagi perempuan, mandi wajib menjadi kewajiban yang harus dipenuhi sebelum menjalankan puasa.
Makna dan Manfaat Spiritual
Selain menjaga kebersihan fisik, mandi wajib juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Amalan ini menjadi simbol penyucian diri dari dosa dan kesalahan, sekaligus momentum refleksi untuk memperbaiki diri selama Ramadan.
Dengan membersihkan diri secara lahir dan batin, umat Islam diharapkan dapat memasuki bulan Ramadan dengan semangat baru, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Mandi wajib sebelum Ramadan bukan sekadar ritual, tetapi juga bagian dari persiapan spiritual agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan.
Artikel ini ditulis oleh:
Okta
















