Jakarta, Aktual.co —Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali isyaratkan bakal banyak posisi pegawai Pemprov DKI yang akan dirombak di akhir tahun ini.
Kepada wartawan, Ahok mengatakan jumlah pegawai yang bakal kena rotasi lebih banyak dari jari tangan.
“Lebih dari jari tangan kamu,” ujarnya di Balai Kota, Senin (22/12).
Di kebijakan itu, kata dia, bakal ada pegawai yang akan naik tingkat dan turun tingkat. “Ada yang jadi wakil ada yang turun juga jadi staf,” ujarnya.
Untuk itu, kinerja pegawai yang baru akan dilihat dalam waktu tiga bulan. Jika tiga bulan pertama kinerjanya bagus, maka akan dipertahankan atau dinaikkan jabatannya.
Sebaliknya, jika buruk kinerjanya, bakal diturunkan jadi staf hingga paling rendah.
“Jadi kaya ular tangga aja, bisa jatuh jabatannya sampai bawah. Kalau jelek ya bisa di bawah banget. Kasih gaji pokok saja itu di bawah Rp2 juta. Biarin aja dia baca koran jadi analisis kebijakan. Makan gaji buta jadinya,” tambahnya.
Sebelumnya, Ahok mengatakan rotasi dilakukan untuk memutus mata rantai pegawai yang kurang baik kinerjanya di tiga bulan terakhir.
Jumlah pegawai yang akan dirotasi pun tidak tanggung-tanggung. Mencapai 6.000 pejabat. Mulai dari eselon dua, tiga, dan empat.
Ahok tak memungkiri akan muncul penolakan dari para pejabat yang kena rotasi. Tapi dia tak mau ambil pusing. “Kalau ada PNS yang sakit hati enggak apa-apa,” ujarnya, di Balaikota DKI, Kamis (11/12).
Artikel ini ditulis oleh:

















