Umat muslim melaksanakan salat Tarawih pertama bulan Ramadan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (16/5). Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1439 Hijriyah jatuh pada Kamis (17/5). AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, aktual.com – Shalat Tarawih merupakan salah satu ibadah istimewa yang hanya hadir di bulan suci Ramadhan. Ia bukan sekadar shalat sunnah biasa, melainkan sunnah muakkad—ibadah yang sangat dianjurkan dan menjadi tradisi spiritual umat Islam sejak masa Rasulullah SAW. Dilaksanakan di malam hari, Tarawih menjadi momentum bagi setiap mukmin untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, serta menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan cahaya keimanan.

Keutamaan shalat Tarawih sangatlah besar, terlebih jika dikerjakan secara berjamaah. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa yang melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Bahkan, pahala orang yang mengikuti shalat Tarawih berjamaah hingga selesai dicatat seperti ia beribadah sepanjang malam.

Dalam kitab Durratun Nashihin dijelaskan bahwa setiap malam Tarawih memiliki keutamaan yang luar biasa. Mulai dari diampuni dosa, diangkat derajatnya, hingga dijanjikan kemuliaan di akhirat. Penjelasan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap langkah menuju masjid, setiap rakaat yang didirikan, dan setiap doa yang dipanjatkan memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah SWT.

Oleh karena itu, shalat Tarawih bukan hanya rutinitas Ramadhan, tetapi juga kesempatan emas yang datang setahun sekali. Ia adalah panggilan spiritual untuk membersihkan jiwa, memperkuat iman, dan meraih rahmat Allah. Jangan biarkan malam-malam Ramadhan berlalu tanpa Tarawih, karena di sanalah tersimpan kemuliaan, ampunan, dan harapan menuju ridha-Nya.

Malam Ke-1:  يَخْرُجُ الْمُؤْمِنُ مِنْ ذَنْبِهِ فِى اَوَّلِ لَيْلَةٍ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ  Artinya: Pada malam pertama, dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) akan keluar seperti ketika ibunya melahirkan ia ke dunia.

Malam Ke-2:   وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةِ يُغْفَرُ لَهُ وَلِأَبَوَيْهِ اِنْ كَانَا مُؤْمِنَيْنِ  Artinya: Pada malam kedua, orang yang shalat Tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.

Malam Ke-3:   وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ يُنَادِيْ مَلَكٌ مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ اِسْتَأْنِفِ الْعَمَلَ غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ  Artinya: Pada malam ketiga, malaikat di bawah Arasy berseru: mulailah melakukan amal kebaikan, maka Allah akan mengampuni dosamu yang telah lalu.

Malam Ke-4:   وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةِ لَهُ مِنَ الْاَجْرِ مِثْلُ قِرَاءَةِ التَّوْرَاتِ وَالْاِنْجِيْلِ وَالزَّبُوْرِ وَالْفُرْقَانِ Artinya: Pada malam kempat, dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala seseorang yang membaca kitab Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.

Malam Ke-5:   وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مِثْلَ مَنْ صَلَّى فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَ الْمَسْجِدِ الْمَدِيْنَةِ وَالْمَسْجِدِ الْاَقْصَى  Artinya: Pada malam kelima, Allah memberikan pahala seperti pahala seseorang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.

Malam Ke-6:   وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى ثَوَابَ مَنْ طَافَ بِالْبَيْتِ الْمَعْمُوْرِ وَيَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ حَجَرٍ وَمَدْرٍ   Artinya: Pada malam keenam, Allah memberikan pahala seperti pahala malaikat yang tawaf di Baitul Makmur dan setiap batu dan tanahpun memintakan ampunan untuknya.

Malam Ke-7:   وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا اَدْرَكَ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ وَنَصَرَهُ عَلَى فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ  Artinya: Pada malam ketujuh, seakan-akan menemui zaman Nabi Musa AS dan menolongnya dari serangan Fir’aun dan Haman.

Malam Ke-8:   وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مَا اَعْطَى اِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ Artinya: Pada malam kedelapan, Allah memberi anugerah sebagaimana anugerah yang  telah diberikan kepada Nabi Ibrahim.

Malam Ke-9:   وَفِى اللَّيْلَةِ التَّاسِعَةِ فَكَأَنَّمَا عَبَدَ اللهَ تَعَالَى عِبَادَةَ النَّبِىِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ Artinya: Pada malam kesembilan, seakan-akan beribadah kepada Allah sebagaimana ibadahnya para Nabi.

Malam Ke-10:   وَفِى اللَّيْلَةِ الْعَاشِرَةِ يَرْزُقُهُ اللهُ تَعَالَى خَيْرَىِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ   Artinya: Pada malam yang kesepuluh, Allah akan memberikan kebaikan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat.

Artikel ini ditulis oleh:

Okta