Jakarta, Aktual.co —Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015 hingga kini belum juga cair. Penyebabnya tak lain akibat lambannya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Kegiatan Perangkat Daerah (UKPD) Pemprov DKI serahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI mencatat total baru 68 SKPD dan UKPD yang sudah serahkan DPA. Padahal Pemprov DKI punya 700 lebih SKPD dan UKPD.
Anehnya, saat dikonfirmasi mengenai hal itu, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) malah santai saja. “Nggak apa-apa. Kalau nggak bisa diserahkan, SKPD-nya kita coret saja,” kata Ahok di Balai Kota, Selasa (5/5).
Dengan enteng Ahok mengaku bakal ‘siasati’ keterlambatan penyerahan DPA di APBD-Perubahan yang dia rencanakan bakal dilakukan bulan Juni.
Saat disinggung pembangunan di DKI bakal macet dengan ngaretnya pencairan APBD 2015, Ahok malah seperti meragukan. “(Program) Jalan aja. Pembangunan aja, tergantung yang mana. Yang penting PU beres, yang aneh-aneh biarin aja,” ucap dia.
Saat ditanya apakah para SKPD dan UKPD yang lamban setorkan DPA bakal dapat sanksi, Ahok mengaku akan pertimbangkan. “Kita akan pertimbangkan, itu membuktikan bahwa di Jakarta itu mereka nggak bisa kerja,” ucap dia. Ketimbang tawarkan solusi, Ahok malah menuding SKPD-SKPD yang lamban setor DPA kemungkinan yang menangani model pengadaan UPS. “Yang diatur-atur dari swasta, diatur-atur dari orang-orang ini. Dia sendiri enggak bisa ngerencanain. begitu kita kasih dia duit dia bingung,” tuding dia.
Artikel ini ditulis oleh:

















