Rusia & Ukraina saling serang infrastruktur energi. Aktual/Bloomberg

Kyiv, aktual.com – Pasukan Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke ibu kota Ukraina dan sejumlah wilayah lainnya menggunakan rudal balistik serta drone bermuatan bahan peledak, beberapa hari sebelum invasi skala penuh memasuki tahun kelima.

Otoritas setempat melaporkan sedikitnya dua warga sipil terluka dalam serangan semalam di Kyiv, termasuk seorang anak. Seorang pria dilaporkan tewas di wilayah sekitar Kyiv, menurut gubernur setempat.

Serangan tersebut juga memicu pemadaman listrik di sejumlah wilayah saat suhu udara turun hingga minus 11 derajat Celsius. Rusia disebut menembakkan kombinasi rudal balistik dan drone dalam gelombang serangan udara terbaru.

Secara terpisah, Rusia pada Sabtu dilaporkan menghantam fasilitas milik perusahaan makanan dan minuman asal Amerika Serikat, Mondelez International, di kota Trostianets, Ukraina utara. Pabrik tersebut diketahui memproduksi biskuit Oreo dan telah beroperasi sejak 1990-an.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyebut serangan itu bukan menyasar target militer.

“Ini bukan target militer, melainkan sebuah pabrik yang telah beroperasi sejak 1990-an, memproduksi merek-merek yang dikenal secara global, mempekerjakan warga Ukraina, serta berkontribusi pada perekonomian kami dan Amerika,” ujar Sybiha melalui platform X.

Ia menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas tersebut juga menyasar kepentingan bisnis Amerika di Eropa.

Serangan terbaru ini terjadi setelah perundingan trilateral antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat di Jenewa pekan lalu, yang digelar untuk mencari jalan menuju kesepakatan damai. Invasi penuh Rusia ke Ukraina akan memasuki tahun kelima pada Selasa mendatang.

Sejumlah isu utama masih menjadi ganjalan, termasuk tuntutan Moskow atas kendali penuh wilayah timur Ukraina yang hingga kini belum sepenuhnya dikuasai sejak konflik dimulai pada 2014.

Sepanjang musim dingin, Rusia terus menargetkan kota-kota Ukraina dan infrastruktur energi menggunakan rudal jelajah, rudal balistik, serta drone. Serangan tersebut menyebabkan jutaan warga kehilangan akses listrik dan pemanas di tengah suhu ekstrem.

Sebaliknya, Ukraina juga melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas produksi bahan bakar, terminal minyak, pelabuhan, serta jaringan listrik Rusia di wilayah selatan dan perbatasan.

Di wilayah Zaporizhzhia Oblast yang dianeksasi Rusia pada 2022 namun belum sepenuhnya dikuasai, pemadaman listrik dilaporkan terjadi pada Minggu akibat serangan Ukraina, menurut pejabat pro-Moskow Yevgeny Balitsky.

Ledakan juga terdengar di kota Lviv, Ukraina barat, dekat perbatasan Polandia. Gubernur wilayah Lviv, Maksym Kozytskyi, mengatakan seorang polisi tewas dan 23 orang lainnya terluka dalam insiden yang disebutnya sebagai “serangan teroris”.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Sabtu menyatakan bahwa aparat keamanan telah menggagalkan upaya pembunuhan yang diduga dilakukan tentara bayaran Rusia.

“Pasukan keamanan Ukraina telah menetralisir tentara bayaran Rusia yang tengah mempersiapkan upaya pembunuhan terhadap warga kami,” kata Zelenskyy.

Ia menyebut target serangan yang digagalkan tersebut merupakan “nama-nama yang cukup terkenal”, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Konflik yang telah berlangsung hampir lima tahun ini terus menunjukkan eskalasi, dengan serangan lintas wilayah dan ketidakpastian diplomatik yang masih membayangi upaya perdamaian.

Artikel ini ditulis oleh:

Okta