Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py/pri.)
Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py/pri.)

Washington, aktual.com – Presiden AS Donald Trump telah menerima pengarahan tentang berbagai opsi militer yang bisa diambil terhadap Iran dari Laksamana Madya Brad Cooper, Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM).

Mengutip sumber internal Gedung Putih, ABC News pada Kamis (26/2) menyebutkan bahwa Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan sekaligus penasihat militer tertinggi presiden, juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Pengarahan itu disampaikan di tengah putaran ketiga perundingan tak langsung antara delegasi AS dan Iran di Jenewa, Swiss, yang membahas program nuklir dan rudal balistik Iran.

Usai perundingan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Oman Badr al-Busaidi, yang bertindak sebagai mediator, melaporkan adanya “kemajuan signifikan” dalam negosiasi tersebut.

Menlu Iran Abbas Araghchi menyatakan kedua pihak menunjukkan keseriusan dan semakin dekat menuju kesepakatan pada isu-isu tertentu.

Perundingan tingkat teknis akan berlangsung di Wina, Austria, pekan depan.

Menurut sumber ABC News, sejumlah politisi Partai Republik dan pejabat pemerintahan Trump secara tertutup menyarankan agar Israel saja yang memimpin serangan ke Iran.

Hingga Kamis, belum jelas apakah Trump menyetujui usulan tersebut. Namun, ia dilaporkan semakin frustrasi karena Iran menolak tuntutannya untuk membatasi pengayaan uranium dan aktivitas rudal balistik mereka.

“Media bisa terus berspekulasi tentang apa yang dipikirkan presiden sesuka mereka, tetapi hanya Presiden Trump yang tahu apa yang mungkin atau tidak mungkin ia lakukan,” kata wakil juru bicara Gedung Putih Anna Kelly.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain