Jakarta, Aktual.com – Pemerintah menyiapkan program pompanisasi untuk mengairi sekitar 2 juta hektare lahan sawah sebagai langkah menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino. Langkah ini dilakukan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau kemungkinan musim kemarau tahun ini lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah telah menyiapkan jaringan pompa air di berbagai daerah yang rawan kekurangan air saat musim kemarau.

“Di lapangan sudah siap pompanisasi 1,2 juta hektare yang bisa dijangkau pompa. Kemudian tahun ini kita siapkan lagi 1 juta hektare, jadi total 2 juta hektare nanti bisa kita airi saat musim kering,” ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menurut Amran, sistem pompanisasi tersebut memanfaatkan berbagai sumber air seperti sungai, embung, hingga sumur dalam dan sumur dangkal. Infrastruktur itu disiapkan lebih awal agar lahan sawah tadah hujan tetap dapat ditanami meskipun curah hujan menurun akibat perubahan iklim.

Ia menilai ancaman El Nino tahun ini relatif lebih ringan dibandingkan kejadian sebelumnya sehingga dampaknya diyakini dapat diantisipasi dengan lebih baik.

“Tidak usah risau dengan El Nino. Sekarang ini lebih lemah daripada sebelumnya, insyaallah kita bisa hadapi,” tutur Amran.

Selain pompanisasi, pemerintah juga menyiapkan langkah adaptasi lain untuk menjaga produksi pertanian tetap stabil. Strategi tersebut meliputi penggunaan bibit unggul yang tahan kekeringan, optimalisasi lahan rawa, serta penyediaan alat dan mesin pertanian bagi petani.

Lebih lanjut, Kementerian Pertanian juga memperkuat jaringan pengairan dengan merehabilitasi irigasi di sejumlah sentra produksi padi.

“Pompanisasi sungai-sungai, sumur dalam, dan sumur dangkal sudah kami siapkan. Jadi infrastrukturnya sudah siap,” tegas Amran.

Di sisi lain, pemerintah memperluas basis produksi melalui program cetak sawah baru di sejumlah daerah. Program ini menargetkan penambahan ratusan ribu hektare lahan sawah untuk memperkuat produksi beras nasional di tengah tantangan perubahan iklim.

Pengalaman menghadapi El Nino kuat pada 2015–2016 dan 2023 juga menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dalam menyusun strategi mitigasi. Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis produksi padi nasional tetap terjaga meskipun menghadapi potensi kekeringan.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi