Ketua FPKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) MPR RI menggelar Nuzulul Quran dan santunan anak yatim di Selasar Nusantara 5 Gedung MPR RI. Hadir dalam acara tersebut sejumlah anggota FPKB MPR RI, KH. Yusuf Khudori sebagai penceramah, Siti Fauziah (Plt Setjen MPR RI), anak-anak yatim, serta pengusaha-pengusaha UMKM yang mengikuti bazar.

Makna Nuzulul Quran di Bulan Ramadan

Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, Ketua FPKB MPR RI, dalam sambutannya menyatakan bulan Ramadan merupakan bulan istimewa, salah satunya karena turunnya Al-Quran pada bulan ini. Al-Quran merupakan sumber utama bagi umat Islam dalam menjalani hidup.

Melalui Al-Quran, umat Islam bisa membedakan hal-hal apa saja yang seharusnya dilakukan dan hal apa saja yang buruk yang harus dihindari. Dengan begitu manusia memiliki arah yang jelas dalam menjalani hidup di dunia sehingga kelak akan jelas kehidupan seperti apa yang dituju setelah ruh meninggalkan jasad kita.

Dalam situasi dunia yang sangat kacau seperti sekarang ini, dengan banyak perang di berbagai negara, maka sangat penting bagi kita bangsa Indonesia untuk terus menguatkan diri dengan berusaha merawat kesadaran pentingnya persatuan dan kesatuan. Karena dengan semakin kokohnya persatuan maka kita akan menjadi bangsa yang besar. Bangsa yang dapat mengayomi dan memberikan kenyamanan bagi suku-suku di dalamnya, saling dapat tumbuh besar dan kuat, tanpa menjadi ancaman bagi bangsa lainnya.

Nuzulul Quran dan Pesan Persatuan Bangsa

Neng Eem menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang kuat dan menjadi pelopor perdamaian. Konstitusi kita menegaskan penghormatan bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa lainnya.

Karena itu, kita akan semakin kuat sebagai sebuah bangsa dengan tetap mengakui keberadaan dan kedaulatan bangsa lainnya, bukan meniadakan keberadaannya.

Hal senada juga disampaikan Siti Fauziah, Plt Setjen MPR RI. Ia menyatakan pentingnya peringatan Nuzulul Quran dan santunan yatim piatu untuk mempererat hubungan antarmanusia, sehingga persatuan dan kesatuan yang kita jadikan landasan berbangsa dan bernegara benar-benar dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.