Jakarta, aktual.com – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mendukung pemerintah yang menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tujuh menteri tentang pedoman pemanfaatan dan pembelajaran teknologi digital serta kecerdasan artifisial (AI) dalam pendidikan.
“Kami memandang kebijakan dalam SKB tujuh menteri yang membatasi penggunaan AI instan bagi pelajar SD hingga SMA sebagai langkah antisipatif yang tepat untuk melindungi proses belajar anak,” kata Hetifah dikonfirmasi di Jakarta, Senin (16/3).
Hetifah menilai kemudahan memperoleh jawaban secara instan melalui AI dapat menghambat berkembangnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kejujuran akademik siswa.
Ia menyebut kebijakan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penguatan fondasi pendidikan dasar tidak boleh dikalahkan oleh kemudahan teknologi yang berpotensi membuat proses belajar menjadi dangkal.
“Pendidikan harus tetap menempatkan proses berpikir, eksplorasi, dan pemahaman sebagai hal utama dalam pembelajaran,” ujar Hetifah.
Dalam implementasinya Hetifah meminta pengawasan dalam hal penggunaan AI bagi pelajar tidak hanya dibebankan kepada satu pihak. Oleh karena itu ia mendorong adanya pendekatan kolaboratif antara sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah.
Menurut dia, sekolah perlu merancang tugas yang lebih menekankan pada proses dan kemampuan analisis siswa. Di sisi lain, menurutnya, orang tua juga perlu berperan aktif dalam mengawasi penggunaan gawai di rumah.
Pemerintah, lanjut Hetifah, pun diharapkan dapat menyiapkan pedoman teknis yang jelas, sekaligus memperkuat pelatihan literasi digital bagi para pendidik agar mereka mampu mengarahkan penggunaan teknologi secara bijak di lingkungan sekolah.
“Pada akhirnya tujuan dari kebijakan ini bukan sekadar melarang, melainkan membangun kesadaran siswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab sebagai alat bantu dalam belajar, bukan sebagai jalan pintas,” ucap Hetifah.
Ia menyatakan DPR RI sangat mendukung jika pada kemudian hari pemerintah mencanangkan adanya platform AI tersendiri untuk pelajar.
“Kehadiran platform AI pendidikan yang aman dan dirancang khusus bagi anak-anak akan menjadi solusi strategis. Hal ini sejalan dengan upaya kita untuk melindungi siswa dari konten negatif, sekaligus menyediakan ruang belajar digital yang sehat, produktif, dan mendukung perkembangan kemampuan mereka,” tutur Hetifah Sjaifudian.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain
















