Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menilai realisasi proyek infrastruktur yang dananya akan cair pada Mei 2015 ini diperkirakan mampu memperbaiki pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal berikutnya.
“Kalau infrastruktur yang dibangun sekarang tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi berikutnya, akan mempengaruhi PMTB (pembentukan modal tetap bruto) dari sisi pengeluaran,” ujar Suryamin saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (5/5).
Ekonomi Indonesia pada triwulan I 2015 mengalami perlambatan yakni 4,71 persen, menurun bila dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2014.
Sementara itu, lanjut Suryamin, dari sisi produksi realisasi proyek infrastruktur juga akan mampu menggenjot khususnya sektor transportasi menjadi lebih lancar misalnya dalam distribusi barang.
“Tapi seberapa positifnya tergantung dari benarnya atau tidak awal Mei ini tepat dilakukan (dicairkan dananya),” kata Suryamin.
Menurut Suryamin, apabila realisasi proyek infrastruktuR terlambat lagi, maka akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi ke depannya.
“Karena ia (proyek infrastruktur) akan berdampak terhadap PMDB dan sektor-sektor lain misalnya sektor yang memperlancar distribusi barang. Jika terealisasi mungkin ongkos angkut juga bisa lebih rendah,” ujar Suryamin.
Suryamin menambahkan, semua jenis proyek infrastruktur akan berpengaruh terhadap ekonomi, setidaknya terhadap PMTB, karena investasi tersebut dapat berasal dari pembangunan gedung, pembangunan jalan, pembelian mesin, pembangunan irigasi dan sebagainya.
“Tentu harapannya pembangunan infrastruktur sesuai jadwal, pemerintah juga sudah berkomitmen akan akan segera melakukan groundbreaking (mulainya pembangunan) proyek di beberapa wilayah,” ujar Suryamin.

Artikel ini ditulis oleh: