Walikota Pangkalpinang, Prof. H. Saparudin saat melakukan apel bersama dengan Aparatur Sipil Negara. Aktual/DOK PEMKOT PANGKALPINANG
Walikota Pangkalpinang, Prof. H. Saparudin saat melakukan apel bersama dengan Aparatur Sipil Negara. Aktual/DOK PEMKOT PANGKALPINANG

Pangkalpinang, aktual.com — Usai Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang diminta menghadirkan semangat baru dalam bekerja serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Arahan tersebut disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, saat memimpin apel gabungan di halaman kantor wali kota, Senin (6/4/2026) pagi. Ia menekankan bahwa nilai-nilai spiritual selama Ramadan harus tercermin dalam etos kerja sehari-hari.

“Setelah Ramadan dan Idulfitri, kita berharap menjadi insan yang bertakwa. Itu harus tercermin dari cara kita bekerja, yang lebih baik, lebih semangat, dan lebih bertanggung jawab,” katanya.

Ia juga menyoroti tuntutan birokrasi yang semakin dinamis, sehingga ASN dituntut lebih adaptif dan terus meningkatkan kompetensi. Pelayanan publik, menurutnya, harus semakin optimal dari sisi kecepatan dan kualitas.

“Kita harus mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dan menyelesaikan tugas-tugas pemerintahan secara optimal,” ujarnya.

Selain itu, Saparudin menjelaskan penerapan sistem kerja Work From Home (WFH) secara terbatas di lingkungan Pemkot Pangkalpinang. Skema tersebut akan diberlakukan setiap Jumat dengan sistem bergiliran antara ASN yang bekerja dari rumah dan di kantor.

“Sebanyak 50 persen ASN bekerja dari rumah dan 50 persen tetap di kantor, terutama untuk pelayanan publik seperti rumah sakit, Dukcapil, pendidikan, dan PTSP yang harus tetap berjalan,” katanya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pejabat eselon II dan III tidak termasuk dalam kebijakan tersebut dan tetap wajib masuk kerja seperti biasa.

“Untuk eselon II dan III tetap masuk kerja seperti biasa. Tidak ada WFH bagi mereka,” ujarnya menegaskan.

Pengaturan WFH bagi tenaga fungsional dan staf administrasi akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perangkat daerah agar pelayanan tetap berjalan maksimal.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali budaya gotong royong di kalangan ASN dan masyarakat. Kegiatan tersebut diminta dilakukan rutin dua kali dalam sepekan, baik di lingkungan kantor maupun bersama warga.

“ASN harus menjadi motor penggerak bersama lurah, RT, RW, dan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan ASN dalam kegiatan sosial seperti gotong royong tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan tersebut, diharapkan kinerja birokrasi semakin kuat dan lingkungan kota menjadi lebih tertata.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain