Jakarta, Aktual.com — Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam upaya perpanjangan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat yang dijadwalkan berakhir pada 22 April 2026.

Politikus yang akrab disapa Deng Ical itu menilai langkah diplomasi perlu segera dilakukan agar gencatan senjata tidak hanya diperpanjang, tetapi juga ditingkatkan menjadi kesepakatan permanen.

“Pemerintah Indonesia perlu aktif menyuarakan pentingnya perpanjangan gencatan senjata ini, bahkan mendorong agar menjadi gencatan senjata permanen,” ujar Syamsu Rizal, Senin (20/4/2026).

Ia menegaskan bahwa upaya perdamaian harus ditempuh melalui perundingan lanjutan yang melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk Amerika Serikat dan Iran.

Menurut politikus PKB ini, komitmen terhadap kesepakatan menjadi kunci utama dalam menghentikan konflik.

“Kunci dari perdamaian adalah kejujuran dan kepatuhan terhadap perjanjian. Jika semua pihak mematuhi komitmennya, maka peluang untuk menghentikan perang akan semakin besar,” katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap kesepakatan, termasuk dugaan kejahatan perang, berpotensi memperpanjang konflik dan memperburuk dampaknya secara global.

Selain aspek politik dan keamanan, Syamsu Rizal juga menyoroti dampak ekonomi dari konflik tersebut, terutama terhadap kenaikan harga minyak dunia.

“Dampak paling nyata adalah naiknya harga minyak dunia, yang kemudian memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia diharapkan dapat memainkan peran strategis dalam mendorong perdamaian melalui jalur diplomasi internasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi